Pelayanan Publik Terganggu, Pertanahan Makassar Surati PT Wijaya Karya Beton

Pengerjaan Jalan Layang AP Pettarani

Terkini.id, Makassar – Kantor Pertanahan Kota Makassar menyurati PT Wijaya Karya Beton, Tbk selaku kontraktor pengerjaan jalan Frontage dan jalan Arterial di Jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar.

Dalam surat tersebut Kantor Pertanahan Kota Makassar mengaku pengerjaan jalan tersebut mengganggu jalur atau menutup akses masuk dan keluar kantor Pertanahan Kota Makassar yang mengakibatkan terganggunya pelayanan kepada masyarakat.

“Guna mekanisme pelaksanaan lebih lanjut pembangunan Jalan Tol Layang AP Pettarani, maka kami dari kantor pertanahan selaku pelayanan publik meminta pihak PT Wijaya Karya Beton, Tbk agar dapat komunikasi dengan pihak kami,” ujar Humas Kantor Wilayah Pertanahan Sulawesi Selatan, Andi Akbar Mappiwali, Senin 30 Desember 2019.

Kepada terkini.id, Andi Akbar juga menyampaikan jika pihaknya ingin mengajak, keprihatinannya, melihat dan menanggapi, penutupan akses pintu masuk layanan di kantor Pertanahan Kota Makassar, dengan pembangunan jalan layang AP Pettarani.

“Sungguh sebuah kegagalan perencanaan, dengan tertutupnya akses layanan kami, yang diakibatkan kurang cermatnya pihak-pihak yang berkempeten melihat dan merancang perencanaan jalan yang konon untuk mengurangi kemacetan,” tegasnya.

Menarik untuk Anda:

Dengan kejadian itu, dengan melihat kondisi, satu-satunya jalan akses ke Pertanahan Kota Makassar harus membuka akses di jalan Mapala samping gedung layar Universitas Negeri Makassar, artinya akan mengakibatkan macet yang luar biasa.

“Pelayanan kami akan terganggu, termasuk parkiran yang selama ini kami membuka dua pintu untuk memberi kenyamanan kepada masyarakat, akan tetapi saat ini menjadi tidak nyaman dengan kondisi satu pintu dengan ruang yang sempit,” jelasnya.

Sebelumnya, salah seorang warga kota Makassar juga menyampaikan keluhannya atas pengerjaan jalan layang di sepanjang AP Pettarani yakni Ira yang tinggalnya di Jalan AP Pettarani.

Menurutnya, jika dirinya hendak keluar atau masuk rumahnya harus putar balik dan memakan waktu yang cukup lama. Belum lagi kalau mengantar anak sekolah, kadang anak-anak terlambat karena terjebak macet.

“Semoga pengerjaan jalan layangnya dipercepat sehingga kami yang tinggal di sekitaran Jalan Layang ini,” bebernya.

Bukan itu saja, menurut informasi yang dihimpun terkini.id di sepanjang jalan AP Pettarani terdapat beberapa rumah makan mengalami penurunan omzet bahkan ada yang sudah gulung tikar alias tutup.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Beredar Foto Belasan Pemuda NU Disebut Salat Berjamaah di Gereja, Ini Faktanya

Wisudawati Andi Musdalifah yang Meninggal dan Digantikan Ayahnya Ingin Jadi Dosen UIN Alauddin

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar