Terkini.id, Makassar – PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) melalui Cabang Pantoloan kembali melakukan gebrakan ekspor komoditas rempah-rempah dengan menyasar pasar Vietnam dan Tiongkok.
General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Pantoloan, Nengah Suryana Jendra mengatakan hampir setiap pekan melakukan ekspor langsung (direct export) komoditas kelapa ke beberapa negara di Asia.
“Hanya saja untuk rempah-rempah, ini baru perdana dilakukan direct export. Kalau yang kelapa sudah rutin direct export ke beberapa negara di Asia sejak 12 September 2020,” kata Nengah, Kamis, 1 April 2021.
Menurut dia, Pelindo IV khususnya Cabang Pantoloan akan selalu memberikan fasilitas dan pelayanan yang terbaik atas upaya pemerintah daerah untuk menggerakan ekonomi. Melalui kegiatan ekspor sejumlah komoditas unggulan ke luar negeri.
“Apapun upaya pemerintah untuk peningkatan ekonomi, akan selalu kami dukung dengan fasilitas dan pelayanan yang maksimal,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Senin, 29 Maret 2021, Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, diwakili Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan, Bunga Elim Somba menyambut baik ekspor perdana rempah-rempah berupa lada putih, pala biji, dan bunga pala sebagai komoditas baru produk pertanian di Sulteng.
Menurutnya, komoditas pertanian memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah.
Perannya bukan saja terhadap ketahanan pangan tetapi juga memberi andil yang besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah melalui ekspor.
“Kami memberikan apresiasi kepada Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu yang telah mengkoordinir pelaksanaan ini bersama dinas yang terkait sejalan dengan program Menteri Pertanian,” ungkapnya.
Hal itu, kata dia, untuk mendorong pertumbuhan ekspor pertanian. Menurutnya, sebagai komitmen Badan Karantina Pertanian dalam rangka memperkuat sistem perkarantinaan guna mendorong percepatan layanan perkarantinaan pada proses bisnis ekspor.
Gubernur Sulteng, kata dia, berharap Badan Karantina Pertanian dapat terus meningkatkan peranannya sebagai fasilitator perdagangan produk pertanian.
Hal itu untuk memastikan bahwa seluruh produk pertanian yang akan diekspor telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal sanitari maupun fitosanitari, sehingga memiliki daya saing di pasar global.
Ia optimis kendati di tengah pandemi Covid-19, pertumbuhan perekonomian di Sulawesi Tengah tetap bisa meningkat.
Sementara itu, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan pada Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian, Junaidi, mengatakan berdasarkan data pada sistem perkarantinaan Iqfast, tiga komoditas pertanian (rempah-rempah) di Sulawesi Tengah telah diberangkatkan ke negara Vietnam dan Tiongkok sebanyak total 63,78 ton.
Junaidi menuturkan, pada 2020 lalu Karantina Pertanian Palu mencatat sebanyak 35 komoditas telah diekspor dari Sulawesi Tengah ke berbagai negara dengan total nilai barang mencapai Rp444,46 miliar.
“Sebanyak 35 komoditas tersebut didominasi dari sub sektor perkebunan seperti kelapa bulat, kelapa parut, minyak kelapa, kakao biji, getah pinus, cengkeh dan lain-lain,” sebut Junaidi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
