Pemerintah akan Impor Beras 1 Juta Ton, Tengku Zul: untuk Kepentingan Siapa?

Terkini.id, Jakarta – Tengku Zulkarnain kembali menanggapi kabar bahwa pemerintah akan mengimpor beras sekitar 1 juta ton beras pada tahun 2021. Tengku Zul menyoroti bahwa impor beras tersebut dilakukan tengah rakyat yang sedang panen raya.

Ia mempertanyakan kepentingan di balik impor tersebut yang menurutnya bukan untuk bulog maupun rakyat.

“Menurut Kepala Bulog, mereka hanya andil 6% dalam serapan beras. Rakyat sekarang sedang panen raya. Padi rakyat hanya dihargai Rp 4200/kilogram. Pemerintah akan impor satu juta ton tahun 2021,” tulis Tengku Zul di akun twitter @ustadztengkuzul pada Senin, 8 Maret 2021.

Baca Juga: Tengkuzul Luruskan Video Rasis: Orang Hitam Bisa Masuk Surga, Kulitnya...

“Bukan untuk Bulog. Bukan untuk rakyat. Terus untuk kepentingan siapa? Benci impor apa?” lanjutnya.

Sebelumnya, Tengku Zul juga telah menyoroti hal ini dalam cuitannya yang lain.

Baca Juga: Tengku Zul Ceramah Rasis, Eko Kuntadhi Bandingkan dengan Bilal: Bagai...

“Saat petani siap-siap panen raya dalam bulan depan, Pemerintah sepakat akan impor satu juta ton beras tahun 2021 ini. Ckckck. Kepentingan rakyat atau kepentingan importir?” tulisnya pada Minggu, 7 Maret 2021.

Dilansir dari Kontan.co.id, pemerintah akan melakukan impor beras sekitar 1 juta ton untuk menjaga ketersediaan stok beras sebesar 1 hingga 1,5 juta ton setelah adanya bansos beras PPKM, antisipasi dampak banjir, dan pandemi Covid-19.

Hal tersebut tertera dalam bahan paparan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Kerja Kemendag pada Kamis, 4 Maret 2021.

Baca Juga: Tengku Zul: Kulit Nabi Adam dan Hawa Merah Jambu, Buktinya...

Dalam paparan tersebut, disampaikan bahwa impor sebesar 1 juta ton tersebut terbagi menjadi: 500.000 ton untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 500.000 ton sesuai kebutuhan Bulog.

Selain melalui impor, pemerintah juga berupaya menjaga ketersediaan stok beras melalui penyerapan gabah oleh Bulog dengan target setara beras 900.000 ton pada saat panen raya Maret hingga Mei 2021 dan 500.000 ton pada Juni hingga September 2021.

“Pemerintah juga melihat bahwa komoditas pangan itu menjadi penting, sehingga salah satu yang penting adalah penyediaan beras dengan stok 1-1,5 juta ton,” ujar Airlangga, dilansir dari Kontan.co.id.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa impor tersebut ditujukan sebagai iron stock atau cadangan beras Bulog yang memang harus selalu ada.

“Waktu daripada impor Bulog itu adalah untuk iron stock. Iron stock itu adalah barang yang memang ditaruh oleh Bulog sebagai cadangan, di mana dia musti memastikan barang itu selalu ada,” ujar Lutfi.

Oleh karena itu, menurut Lutfi, Iron stock ini tidak bisa dipengaruhi oleh panen atau apapun.

“Jadi, tidak bisa dipengaruhi oleh panen atau apapun karena memang dipakai sebagai iron stock. Dan ini sudah kita sepakati, sudah kita perintahkan. Waktu, tempat dan harga itu di tangan saya,” tambahnya.

Sponsored by adnow
Bagikan