Pemerintah di Jawa Tengah Ingin Larang Pemakaian Nama ‘Bule’ untuk Bayi

Polwan Cantik
Viral, Polwan Cantik Ini Gendong Bayi Lucu Korban Bencana Sulteng

Terkini.id, Makassar – Akhir-akhir ini, banyak orang tua yang memilih memberi nama anaknya dengan nama khas orang Barat atau Bule.

Di Sulsel, misalnya, nama-nama seperti Zainuddin, Baso, Sitti, Beddu, dan lain-lain sudah jarang digunakan untuk bayi-bayi yang baru lahir.

Nama-nama yang mulai banyak dipakai seperti Zidane, Ronaldo, Alvaro, atau nama-nama arab.

Di Jawa, makin sedikit bayi yang lahir diberi nama Cecep, Widodo, Wening, maupun Mauli.

Tren ini menjadi perhatian Pemerintah Karanganyar, Jawa Tengah.

Bupati bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat bersiap membahas rancangan peraturan daerah (raperda) larangan nama anak yang kebarat-baratan (setidaknya untuk orang tua Jawa) demi melestarikan kebudayaan lokal.

“Nama-nama Jawa itu sudah tergerus oleh nama asing,” kata Sumanto selaku Ketua DPRD Karanganyar seperti dilansir dari Detik.com.

“Dengan adanya aturan ini supaya kita paham bahwa dari nenek moyang itu kan punya ciri khas tersendiri,” terangnya.

Tidak semua politikus menyetujui ide larangan ‘nama bule’ tersebut. Ahmad Riza Patria, ketua Komisi II DPR RI, menilai, raperda Kabupaten Karanganyar tersebut sebagai pelanggaran hak asasi orang tua.

Orang tua seharusnya boleh memberi nama apa saja yang diinginkan untuk anak mereka.

“Kalau dia ada keturunan China ya wajar ada [nama] china-chinanya,” terang Ahmad. “Kalau ada keturunan Arab ya wajar kalau kearab-araban. Kalau ada keturunan dari luar… Atau dia menokohkan idola-idola, atau tokoh-tokoh, raja-raja di luar negeri itu ya hak.”

Larangan tersebut masih berada dalam tahap-tahap awal di Karanganyar, dan berdasarkan respons hingga sekarang, kemungkinan sulit akan diterapkan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini