Terkini, Balikpapan — Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat kerja sama antardaerah untuk menjaga ketersediaan pangan, memperlancar distribusi komoditas, sekaligus mendukung pengendalian inflasi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama (KAD) antara Pemkab Bulukumba dan Pemkot Balikpapan yang dirangkaikan dengan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, Selasa (11/8/2026).
Kerja sama ini membuka peluang bagi Bulukumba sebagai daerah penghasil untuk memperluas pasar komoditas pangan ke Balikpapan dan wilayah Kalimantan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, kerja sama dengan daerah penghasil pangan menjadi kebutuhan strategis bagi Balikpapan.
Sebagai kota jasa dengan keterbatasan lahan pertanian, Balikpapan masih bergantung pada pasokan pangan dari daerah lain. Karena itu, kepastian pasokan dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga.
- Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku Dukung SDM Unggul, 11 Mahasiswa Baru Unhas Terima Beasiswa
- Kemenhut Ungkap Modus Jual Beli Garapan Hutan Lindung di Luwu Timur
- Unhas Jadi Satu-satunya Perguruan Tinggi Indonesia di Forum Perdamaian Hiroshima
- Polres Jeneponto Pastikan Usut Tuntas Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur di Tamalatea
- BI Sulsel Bersama Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu yang Beredar Dalam 1,5 Tahun Terakhir
“Kerja sama antardaerah menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi,” kata Rahmad.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan melalui kebijakan di dalam wilayah Balikpapan. Dibutuhkan kolaborasi dengan daerah-daerah sentra produksi untuk memastikan pasokan komoditas tetap tersedia.

Rahmad menekankan pentingnya kelancaran distribusi, kepastian pasokan, serta pemangkasan rantai pasok agar komoditas pangan dapat diterima masyarakat dengan harga yang lebih terkendali.
Ia berharap kerja sama yang telah ditandatangani antara Pemkot Balikpapan dan Pemkab Bulukumba segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret.
Langkah tersebut antara lain penguatan jejaring distribusi serta pertukaran informasi mengenai produksi, kebutuhan, dan perkembangan harga komoditas pangan.
Bulukumba Bidik Pasar Kalimantan
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Pemkot Balikpapan memberikan peluang strategis bagi Bulukumba untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kontribusi daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan di Kalimantan.
Andi Muchtar yang akrab disapa Andi Utta juga mengawali sambutannya dengan mengangkat hubungan historis Bulukumba dengan Kalimantan melalui tradisi pembuatan kapal Pinisi.
“Banyak kapal Pinisi yang dibuat di beberapa wilayah Kalimantan. Tetapi sesungguhnya, para pembuatnya banyak berasal dari Bulukumba,” ungkapnya.
Menurut Andi Utta, hubungan historis tersebut menjadi modal sosial yang dapat memperkuat kerja sama ekonomi antara Bulukumba dan daerah-daerah di Kalimantan.
Jika selama ini hubungan Bulukumba dan Kalimantan banyak dikenal melalui tradisi maritim dan sumber daya manusia pembuat kapal Pinisi, kini kerja sama tersebut dapat diperluas melalui sektor pangan.
Bulukumba, kata Andi Utta, memiliki potensi komoditas yang dapat dipasarkan ke Balikpapan, terutama dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan.
“Insya Allah, untuk kebutuhan pangan itu bisa kita penuhi melalui jalur laut,” kata Andi Utta.
Potensi Pangan Bulukumba
Andi Utta menjelaskan, Pemkab Bulukumba terus mendorong peningkatan produksi pangan melalui berbagai program pembangunan sektor pertanian dan perikanan.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah mendorong penggunaan bibit unggul dan penguatan ketahanan pangan. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil pertanian masyarakat.
Sementara sektor perikanan dan kelautan terus dikembangkan melalui optimalisasi sumber daya laut. Salah satunya melalui Program 1.000 Rumpon, disertai pembangunan dan peningkatan berbagai fasilitas pendukung seperti kolam labuh, pelabuhan, dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
“Potensi kita cukup besar. Kita punya pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Ini yang terus kita kembangkan agar produksi meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Kerja sama dengan Balikpapan diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbentuknya rantai pasok pangan antardaerah yang lebih kuat dan efisien.
Bagi Pemkab Bulukumba, kerja sama tersebut bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan Balikpapan, tetapi juga menjadi peluang untuk memperluas pasar produk lokal.
Dukungan konektivitas transportasi laut dinilai dapat menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi komoditas dari Bulukumba menuju Balikpapan dan wilayah Kalimantan lainnya.
Dengan terbukanya akses pasar tersebut, Pemkab Bulukumba berharap peningkatan produksi pangan dapat diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, dan dunia usaha.
Sementara bagi Pemkot Balikpapan, kerja sama dengan Bulukumba diharapkan mampu memperkuat kepastian pasokan dan menciptakan sistem distribusi pangan yang lebih efisien sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
Kerja sama Pemkab Bulukumba dan Pemkot Balikpapan pun diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berkembang menjadi kerja sama perdagangan dan distribusi pangan yang konkret dan berkelanjutan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
