Terkini.id, Makassar – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merespons pernyataan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang mengklaim kasus Covid-19 di Makassar sudah melandai.
Respons tersebut disampaikan Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin. Bahkan, ia meragukan klaim dari Pemkot itu.
Menurutnya, saat ini kasus Covid-19 yang melandai lantaran pemeriksaan Swab juga ikut menurun.
“Nyatanya pemeriksaan Swab yang menurun padahal PCR kita sudah banyak,” kata Wachyudi, Jumat 28 Agustus 2020.
Pihaknya menilai, selama ini Pemkot Makassar hanya menabur pencitraan. Sebab, klaim tersebut tidak dibarengi dengan adanya data yang ril.
- Asmo Sulsel Dukung Lomba Nyanyi Stuvo Makassar, Semarakkan HUT RI ke-81 di AMEC
- Makassar Job Fair 2026 Buka 1.547 Lowongan, Pemkot Fokus Tekan Pengangguran
- LAKI Demo Polres Jeneponto, Dantim Resmob Mengaku Marah, Kecewa Ada Perlakuan Tak Pantas ke Kasat Reskrim
- Merdeka Daya, PLN UID Sulselrabar Ajak Masyarakat Manfaatkan Diskon 50 Persen Tambah Daya
- Pemprov Sulsel Beri Penghargaan Kepada PLN UID Sulselrabar atas Kontribusi Program Strategis Pemda
“Pencitraan paling top dan mulia adalah keberhasilan menurunkan Covid-19 tanpa rekayasa data,” ujar Wachyudi.
Pemkot, kata Wachyudi, seharusnya terus menggenjot pemeriksaan Swab. Penerapan 3T, yakni Testing (Pemeriksaan), Tracing (Pelacakan), dan Treatment (Perawatan) perlu dilakukan secara massif.
“Perlu testing, tracing, dan treatment,” ujar Alumnus Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini.
Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menyebut bahwa tren penurunan kasus telah terjadi. Pihaknya pun bersyukur dan terus memaksimalkan kinerja.
“Di satu sisi kita bersyukur, jadi kelihatan pola daripada pandemi Covid-19 ini sudah mendekati puncak. Terbukti dalam satu minggu terakhir tidak ada lagi yang positif di atas angka 100,” ujar Rudy.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan, Kota Makassar akan berada pada zona hijau bila ratio positif di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 5 persen.
“Bila 5 persen positivity rate, 100 diperiksa 5 positif,” kata Naisyah, Kamis, 27 Agustus 2020.
Angka positivity rate Covid-19 atau presentase kasus positif merupakan salah satu indikator untuk menentukan zona sebuah daerah.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan sampling dan pemeriksaan di laboratorium Provinsi Sulsel di Balai Besar Laboratorium Kesehatan atau BBLK.
Selain itu, Naisyah mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan provinsi untuk peminjaman mobil PCR keliling.
“Kita tracing ketat kembali, misalkan lima orang di rumah baru satuji yang mau diperiksa, kalau misalkan positif semuanya harus di swab, itu wajib,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
