Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menyarankan agar seluruh aset petinggi lembaga amal Aksi Cepat Tanggap (ACT) dibekukan.
Menurut Eko Kuntadhi, seluruh aset ACT bisa menjadi pesangon untuk karyawan ACT mencari kerja di perusahaan lain.
Hal itu disampaikan Eko Kuntadhi dalam akun Twitter pribadinya, pada Kamis 7 Juli kemarin.
“Saran gue sita seluruh aset para petinggi ACT yang dibeli dari duit sumbangan. Bekukan semua aset organisasi. Jadikan itu buat pesangon seluruh7 karyawan ACT,” ujar Eko Kuntadhi.
“Biar karyawannya bisa cari kerja lain di perusahaan yang wajar. Awasi GMC, yang dibangun Ahyudin dengan modus serupa,” imbuhnya.
Tak sampai disana, Eko juga berharap pemerintah mengawasi lembaga Global Moeslim Charity (GMC) yang menyerupai ACT.
Lembaga GMC ini juga didirikan oleh Ahyudin yang juga turut mendirikan ACT. “Awasi GMC, yang dibangun Ahyudin dengan modus serupa,” tutupnya seperti dikutip Poskota, Jumat 8 Juli 2022.
Sebelumnya, Kemensos mencabut izin PUB yang telah diberikan kepada Yayasan ACT pada tahun 2022.
Pencabutan ini dilakukan karena adanya dugaan pelanggaran peraturan yang dilakukan Yayasan.
Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendy mengungkapkan, pencabutan itu dinyatakan dalam Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 133/HUK/2022 tanggal 5 Juli 2022 tentang Pencabutan Izin Penyelenggaraan Pengumpulan Sumbangan Kepada Yayasan Aksi Cepat Tanggap.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
