Pendukung Prabowo-Sandi Enggan Divaksin, Dianggap Masih Belum Move On dari Pilpres 2019

Terkini.id, Jakarta – Indikator Politik Indonesia pada 21 Februari 2021 lalu merilis hasil survei yang menyatakan sebanyak 49,2 persen pendukung Prabowo-Sandi bersedia disuntik vaksin COVID-19.

Sisanya sebanyak 48,1 persen menyatakan pendukung capres nomor urut 2 di Pemilihan Presiden 2019 lalu menolak untuk divaksin.

Jumlah ini berbanding terbalik dengan masyarakat yang mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019. 

Baca Juga: Ini Dia Paslon yang Diprediksi Akan Maju di Pilpres 2024,...

Mereka yang berada di kelompok ini memiliki tingkat kepercayaan 59,5 persen dan tidak percaya sebesar 24,8 persen.

Mendengar pemberitaan ini, banyak warganeta lngsung memberikan opini. Banyak yang berpikir bahwa dukungan Pilpres dan pemilihan sikap terhadap vaksin tak ada korelasinya.

Baca Juga: Hasil Survei: Prabowo Subianto Jadi Capres Paling Dipilih Milenial

Seperti akun @mjohnsamosir yang berpendapat demikian. 

“Sebenarnya siapa-pun dipilih di Pilpres 2019 Yg lalu, tak ada hubungannya dalam urusan vaksin. Disebut mayoritas penolak vaksin, pilih Prabowo di Pilpres 2019 yang lalu” ujarnya.

Tak hanya itu, ada juga sebagian warganet yang mengatakan bahwa bukanlah pendukung Prabowo-Sandi yang tak ingin divaksin melainkan oposisi dari Jokowi itu sendiri.

Baca Juga: Hasil Survei: Prabowo Subianto Jadi Capres Paling Dipilih Milenial

“Menurut saya bukan pendukung Prabowo, tapi mereka yang tidak percaya pemerintah/Jokowi alias oposisi. Jadi walau Prabowo sampai berbusa promo vaksin, dijamin mereka tetap tidak akan percaya” tulis akun @riyadhnur_09.

Tak sedikit pula yang mengatakan bahwa pendukung Prabowo-Sandi harusnya menerima kekalahan Pilpres 2019 dan bantu mendukung program pemerintah sekarang.

@pecintakopi999: Sebodoh itu kah pendukung Prabowo-Sandi? Saat orang di seluruh dunia berharap & ingin divaksin Covid-19 tapi mereka enggan mendapatkan vaksin.

@nirvaaanaaaa: Ini pendukung Prabowo-Sandi gagal move on kali yak.

Disamping itu Burhanuddin Muhtadi selaku Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia mengatakan bahwa mengapa mengambil indikator politik dikaitkan dengan vaksin karena adanya masalah di bagian kepercayaan masyarakat.

“Ini temuan ya, artinya problem (kepercayaan) tentang vaksin itu bukan hanya semata-mata problem teknis kesehatan tapi juga problem politik, psikologi, atau sosial ekonomi,” kata Burhanudin. 

Ia juga meminta, berdasarkan data di atas, tak hanya Jokowi yang melakukan vaksinasi agar menjadi diikuti oleh masyarakat lain namun Probowo dan Sandi juga.

“Saran saya ke pemerintah, yang divaksin yang di blow up jangan hanya Pak Jokowi, tapi juga Pak Prabowo dan Mas Sandi, Pak Anies misalnya, rame-rame divaksin,” saran Burhanuddin.

Bagikan