Pengamat Kritik Baliho Puan di Lokasi Bencana: Citra Negatif di Mata Publik

Pengamat Kritik Baliho Puan di Lokasi Bencana: Citra Negatif di Mata Publik

R
Helmi Yaningsi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Baliho bergambar Ketua DPR Puan Maharani terpampang di sejumlah titik, di lokasi bencana erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Pemasangan baliho tersebut dinilai tidak etis dan dapat membuat citra Puan di mata publik menjadi negatif.

Seperti yang diketahui, baliho tersebut memajang gambar Puan Maharani dengan latar foto para pengungsi. Selain itu ada pula logo ‘Relawan Puan Maharani‘ dilengkapi kalimat yang bertuliskan, ‘Tangismu, tangisku. Ceriamu, ceriaku. Saatnya bangkit menatap masa depan’.

Dikabarkan baliho tersebut diihat oleh warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Ahmad Samiludin sejak Senin, 20 Desember 2021.

Selanjutnya juga dijelaskan bahwa baliho yang terpasang jumlahnya cukup banyak karena hampir ada di sepanjang jalan dari Kantor Kecamatan Candipuro sampai Balaidesa Sumberwuluh.

“Setiap 30 meter ada baliho, dari kecamatan sampai balai desa saya waktu lewat mungkin sampai ratusan jumlahnya,” kata Ahmad, salah satu warga setempat.

Kemudian relawan yang bertugas di wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru, Christian Joshua Pale, menuturkan baliho Puan terpasang persis di depan posko relawan dan pengungsi di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Menurut dia, pemasangan baliho membuat penduduk sakit hati. Sebab, baliho terpasang, tetapi kader PDIP yang notabene merupakan partai politik pengusung Puan Maharani tidak terlihat di wilayah terisolasi.

“Jujur ini menyakitkan hati, kenapa juga balihonya panjang-panjang banyak terpasang seperti ini,” ucap Christian, dilansir dari CNN Indonesia pada Kamis 23 Desember 2021.

Atas kejadian tersebut, Pengamat politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi, mengatakan pemasangan baliho merupakan bagian dari komunikasi politik yang coba dibangun oleh Puan. Hanya saja, pemasangan baliho di lokasi terdampak bencana tidak tepat karena dapat ditafsirkan nihil empati.

“Apa yang dilakukan Mbak Puan ini sebenarnya bagian dari upaya membangun komunikasi politik ke publik terutama yang terdampak bencana. Cuma, cara komunikasi politik dia enggak pas kalau sekadar menampilkan baliho-baliho saja,” ujar Asrinaldi, Rabu 22 Desember 2021.

Selanjutnya ia juga mengatkaan bahwa baliho merupakan sarana kampanye yang efektif sebagai komunikasi awal. Namun, ia menekankan pemasangan baliho juga harus memperhatikan kehidupan masyarakat sekitar.

Dalam hal ini Asrinaldi mengkritik keras strategi yang dilakukan oleh Puan ataupun timnya untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas.

“Kalau baliho yang ditampilkan di sana, ya, persepsi orang jadi negatif. Artinya, apa kepentingan baliho di sana. Kecuali Mbak Puan datang dan beri bantuan, beri perhatian, dialog, dan simpati,” katanya.

Lebih lanjut, Asrinaldi menyinggung elektabilitas Puan yang masih rendah berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga survei meskipun secara masif memasang baliho.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.