Pengamat Minta Pemkot Makassar Tak Buru-buru Terapkan Konsep Metaverse

Pengamat Minta Pemkot Makassar Tak Buru-buru Terapkan Konsep Metaverse

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Pengamat Teknologi Informasi Universitas Hasanuddin Indrabayu minta Pemerintah Kota Makassar tak buru-buru menerapkan konsep Metaverse.

Menurutnya, konsep Kota Metaverse tak bisa serta merta langsung diterapkan begitu saja. 

“Kalau bicara teknologi tidak boleh langung ujuk-ujuk. Pahami dulu teknologi itu apa, masyarakat siap atau tidak, OPD-nya juga bagaimana, jangan sampai jadi latah atau panik dan jadi bumerang,” ujar Indrabayu, Selasa, 15 Maret 2022.

Sebagai akademisi, Ia mengatakan pemerintah kota harus melihat dari segala aspek bukan hanya dari sisi teknologi, namun juga dari persepektif sosiologi dan kultur.

Sebab perlu persiapan dan pemahaman terkait apa itu Metaverse. Paling tidak, menanyakan langsung kepada ahlinya, baik akademisi, pengusaha, masyarakat, atau elemen lain yang memang menguasai hal itu.

“Saya cuma mau bilang pahami dulu Metaverse itu apa. Sebelum me-launching kebijakan, tanyakan dulu kepada ahlinya,” ucapnya.

Indrabayu menjelaskan, Metaverse adalah perpanjangan ekstensi dari wujud manusia ke dalam dunia digital.

“Makanya di Metaverse apapun keadaan di dunia fisik, maka Metaverse juga kurang lebih seperti itu. Kalau miskin di dunia nyata miskin juga di dunia virtual karena kan pakai crypto,” paparnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.