Terkini.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi informasi soal beredarnya informasi soal gempar magnitudo 8,7 dan tsunami 29 meter di Pantai Selatan Jawa Timur. BMKG menyatakan hal itu adalah potensi bukan prediksi.
Biro Hukum Dan Organisasi BMKG menyatakan hal ini disampaikan untuk merespon kekhawatiran masyarakat terkait informasi potensi terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 8,7 yang diikuti tsunami setinggi 29 meter di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa Timur. Informasi ini disebut telah dilansir oleh beberapa media online.
Mengutip suaracom jaringan terkini.id, BMKG menyatakan Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempabumi memiliki potensi gempabumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo). Namun kemampuan prediksi gempa bumi masih belum bisa dilakukan.
“Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi,” ujar BMKG dalam keterangan resminya.
Selain itu, berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk “Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur”, zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7.
- Makassar Siaga Hadapi Kemarau Ekstrem, Damkarmat Aktifkan 7 Posko
- Musim Kemarau 2026 Diperkirakan Lebih Ekstrem, BMKG Minta Antisipasi Dini
- Gempa Sulut dan Maluku Utara M7,6 Berpotensi Tsunami di Wilayah Ternate Hingga Bitung
- Hari Meteorologi Sedunia, Duta Lingkungan Gowa Muqaddimal Mukrimin Ajak Masyarakat Peduli Iklim
- Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel hingga Awal Maret, Ini Daftar Wilayah Terdampak
“Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yg pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu,” beber BMKG.
Karena itu, BMKG meminta masyarakat harus melakukan upaya mitigasi struktural dan kultural dengan membangun bangunan aman gempa dan tsunami.
Lalu Pemerintah Daerah dengan dukungan Pemerintah Pusat dan pihak swasta menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai.
“BPBD memastikan sistem peringatan dini di daerah rawan beroperasi/ terpelihara dengan layak dan terjaga selama 24 jam tiap hari untuk meneruskan Peringatan Dini dari BMKG,”katanya lagi.
BMKG juga meminta Pemerintah Daerah dengan Pusat melakukan penataan tata ruang pantai rawan agar aman dari bahaya tsunami.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
