Penjelasan Lengkap RSUD Sultan Daeng Raja Bulukumba Soal Bayi Salah Diagnosa

Kepala Bayi
Ilustrasi bayi. (Foto: alinea)

Terkini.id,Bulukumba – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba dituding telah melakukan salah diagnosa golongan darah terhadap pasiennya.

Salah seorang keluarga bayi yang dirawat dan meninggal pada Sabtu, 22 Juni 2019 sekitar pukul 17.00 Wita sore tadi, Ndiee Manny mengunggah sebuah pertanyaan melalui media sosial pribadinya @ Ndiie Manny.
Unggahan keluarga bayi di Bulukumba
Sementara di unggahan sosial media lain yang dibagikan oleh pengguna akun facebook @ Pattudang Daeng Mangngolo menanyakan hal serupa. Hingga berita ini diturunkan, kejadian tersebut kini telah menjadi viral dan menjadi perbincangan hangat di sejumlah group ataupun media sosial lainnya.

Menanggapi tudingan tersebut, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba memberikan penjelasan terkait bayi yang kini ramai diperbincangkan di Bulukumba.

Berikut penjelasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba yang disampaikan melalui Kasubag Humas dan Promosi Kesehatan, Gumala Rubiah, SKM. M. Kes melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi TERKINI.ID, Sabtu 22 Juni 2019 malam.

Menjawab pemberitaan terkait salah diagnosa golongan darah yang lagi ramai dibicarakan di medsos dan media online pada bayi yang sempat dirawat dan meninggal di RSUD H.A. Sultan Daeng Radja Bulukumba, kami memberikan klarifikasi terkait hal ini.

Menurut Gumala, kematian bayi tersebut bukan disebabkan karena kesalahan diagnosa golongan darah tapi karena mengalami gangguan pernapasan sejak lahir (respiratory distress newborn) di samping mengalami komplikasi lainnya seperti prematur, berat badan lahir rendah, kelainan pertumbuhan kongenital, anemia dan infeksi.

“Bayi tersebut sejak dilahirkan di Puskesmas sudah mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan rujukan ke Rumah Sakit,” ungkapnya.

Bahkan kata Gumala, dokter anak yang dalam hal ini ditangani langsung oleh dr Alfian, SPA sudah melakukan penanganan maksimal terutama dalam menangani gagal nafasnya tapi Tuhan berkehendak lain.

Mengenai perubahan golongan darah yang terjadi ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Instalasi Laboratorium  dr Jusni seorang Ahli Patologi, beliau mengungkapkan ini bisa terjadi karena bayi prematur dan ada kelainan genetik serta infeksi sehingga antigennya tidak terekspresi dengan baik.

“Ada beberapa kasus seperti ini ditemukan di luar negeri dimana sebuah enzim dari bakteri yang bisa mengubah golongan darah. Ini langka dan butuh penelitian  lanjutan karena terkait genetika. Kami juga masih mengkosultasikan ke pakar yang lebih ahli,” ujarnya.

“Jadi bukan karena salah pemeriksaan golongan darah terus ditransfusi dan menyebabkan kematian tapi karena gangguan nafas berat disertai komplikasi lainnya,” tegasnya.

Lanjut Gumala menyampaikan bahwa dirinya selaku Humas RS Sultan Daeng Raja Bulukumba mengapresiasi kinerja petugas laboratorium  dalam hal ini karena dengan seringnya melakukan cross cek dan uji berulang dengan melihat anomali sel darah merah yang ditemukan dan mengkonfirmasi segera perubahan golongan darah tersebut sehingga salah transfusi bisa dicegah.

Informasi tersebut kata Gumala sebenarnya sudah diketahui pihak orang tua bayi. Dokter Penanggung Jawab baik dokter anak dan dokter Patologi sudah menjelaskan hal ini secara detail kepada pihak orang tua. Kami memaklumi keluarga masih dalam keadaan berduka dan sulit menerima.

“Mewakili manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Daeng Radja Bulukumba, kami mengucapkan turut berbelasungkawa, kita sudah berusaha tapi Allah SWT berkehendak lain,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini