Terkini.id, Makassar – Meski Pandemi Covid-19 kini melanda dunia tanpa terkecuali Indonesia tentunya memiliki dampak di segala lini.
Namun Pandemi Covid-19 bukanlah penghalang bagi penyandang disabilitas fisik di kota Makassar untuk tetap produktif menghasilkan karya yang bermanfaat.
Betapa tidak, kali ini penyandang disabilitas fisik di Makassar yang menjadi Penerima Pelayanan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya di Makassar memproduksi Wedang Jahe yang merupakan salah satu jenis minuman tradisional Indonesia.
Pembuatan wedang jahe merupakan bentuk keterampilan penghidupan (Livelihood) yang diberikan kepada para penerima pelayanan dalam Balai melalui kegiatan ekonomi kreatif.
Untuk produksi dan pembuatan Wedang Jahe itu sendiri dibimbing langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) BRSPDF Wirajaya di Makassar, Agustine Prabandari.
- Ahli Epidemiologi Imbau Masyakarat Lengkapi Vaksin dan Terus Lakukan Protokol Kesehatan
- Update Covid-19 Kamis 23 Juni, Tambah 1.907 Kasus Baru
- Kasus Penipuan Bansos Corona, Inilah Fakta Menarik Mitsuhiro Taniguchi
- Corona RI per 21 Januari Naik Jadi 2.604 Kasus
- Hewan Bisa Tertular Covid-19? Bisa! Di Illinois AS, Macan Tutul Bahkan Mati Karena Tertular
Pembuatan Wedang Jahe sangaja dipilih karena secara teknis bahan bakunya mudah didapatkan dipasaran, cara buatnyapun sangat sederhana dan tidak memerlukan peralatan khusus. Selain itu, peminatnya juga lumayan banyak.
“Mungkin karena jahe saat ini dianggap jenis minuman tradisional yang bisa meningkatkan imun guna mencegah virus corona,” ujar Ari sapaan akrab Agustine Prabandari.
Sementara itu, Kepala BRSPDF Wirajaya Syaiful Samad, menyambut baik produksi minuman tradisional yang dibuat oleh Penerima Pelayanan dalam Balai.
Syaiful mengatakan, bahwa keterampilan ini tentu sangat berguna bagi para penerima pelayanan dalam balai, dengan harapan setelah anak-anak kembali ke daerah asalnya bisa mengembangkan usaha berdasarkan dengan keterampilan yang didapatkan dalam Balai.
Selain itu juga diharapkan dengan ilmu ekonomi kreatif yang diberikan bisa menjadi modal sosialnya untuk membuat usaha produk rumahan (Home Industri) sebagai usaha sampingannya.
“Meningkatkan keterampilan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan sumber daya yang ada disekitarnya menjadi hal yang dapat meningkatkan kemandirian hidupnya kelak,” harap Syaiful.
Produksi Wedang Jahe yang dipusatkan di gedung workshop kantor BRSPDF Wirajaya dan dikerjakan sebanyak 5 orang bisa menghasilkan produk rata-rata 25 botol perhari.
Selain memproduksi Wedang Jahe, para penerima pelayanan juga memproduksi minuman asem kunyit.
Dengan menggunakan logo “Jamu Nona O” produk ini pun dipasarkan dengan harga Rp8 ribu per botol. Sedangkan untuk pemasarannya, ada tim khusus yang juga direkrut dari Penerima Pelayanan dalam Balai itu sendiri.
“Saat ini, untuk pemasarannya lebih banyak dilakukan secara online dengan memanfaatkan media sosial dan juga melalui aplikasi Makassar Dagang,” beber Syaiful.
Dikatakan juga bahwa selama beberapa hari ini, respon masyarakat termasuk pesanan yang ada lumayan banyak.
Melihat respon yang begitu besar, Anti salah saeorang penyandang disabilitas fisik asal Sulawesi Barat yang terlibat dalam pembuatan Wedang Jahe ini nampak senang bisa dihargai hasil produksinya.
“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
