Perang Sarung di Bulan Suci yang Berujung Nyawa Melayang

Perang Sarung di Bulan Suci yang Berujung Nyawa Melayang

R
A. Irmawati
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Suasana Ramadhan selalu disambut bagi semua orang, termasuk anak-anak dan remaja. Hal itu karena mereka bisa memainkan perang sarung pada saat bulan suci, yang biasanya dilakukan setelah shalat tarawih atau subuh.

Dikenal lebih sebagai bentuk lelucon remaja di masa lalu, perang sarung tidak berbahaya dan tidak lebih dari permainan santai. Mereka mengejar satu sama lain, menebas musuh dengan sarungnya, diikuti dengan teriakan “pukul, pukul”.

Sekelompok anak laki-laki berkelahi dengan kelompok lain setelah ibadah. Lengkapi dengan angka 1-0, 1-1 dan seterusnya.

Seiring waktu, perang sarung menjadi tradisi karena momen ini tidak ditemukan di bulan manapun kecuali Ramadhan.

Sejarah Perang Sarung

Menurut Mahmoud Mubarok, Ketua Komunitas Tjimahi Heritage, perang sarung sudah ada sejak tahun 1980-an. Awalnya perang sarung itu hanya lelucon. Hal ini dikarenakan sarung yang digunakan tidak ada hubungannya dengan benda berbahaya.

Baca Juga

“Dulu itu namanya ucing babuk (kucing pukul), memang sama sarung diiket ujungnya untuk memukul lawan. Cuma tidak kriminal seperti sekarang,” ujar Machmud, Rabu 13 Maret 2023) lalu.

Menurut Machmud, sarung murni digunakan dalam perang sarung masa lalu dan ternyata hanya sebatas iseng oleh anak-anak saat menunggu atau setelah shalat tarawih.

“Dulu memang sarung saja. Ada di setiap Ramadan semua pada ngumpul di masjid sebelum tarawih main. Saya juga heran perang sarung sekarang malah batu, itu niatnya untuk mencelakai,” katanya.

Fenomena Sadis Perang Sarung

Dulu hanya iseng-iseng sambil menunggu atau setelah sholat tarawih. Perang sarung sekarang menjadi arena kekerasan anak dan cedera atau kematian tidak jarang terjadi.

Menurut Mahmoud, peralihan dari fenomena perang sarung kini mengarah pada kriminalitas akibat pengaruh media sosial. Dimana keberadaan media sosial memudahkan para remaja untuk berkomunikasi, sehingga tindakan saling menantang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.