Perangi Hoax, Kesbangpol Makassar Undang Ormas dan LSM

Kesbangpol Makassar
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Makassar Andi Bukti Djufri bersama pengurus Ormas dan LSM di Makassar

Terkini.id, Makassar – Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Makassar Andi Bukti Djufri menilai, berita bohong dan ujaran kebencian yang semakin menjamur di masyarakat menjelang pesta demokrasi mesti dihentikan. Pasalnya, kata dia, merusak sistem kebudayaan yang ada di Makassar.

Hal itu diungkapkan Djufri, menyikapi kondisi politik yang destruktif yang berpotensi menimbulkan perpecahan sebagai sebuah bangsa. Dalam kehidupan sehari-hari kondisi demikian dengan mudah dijumpai, bahkan, sangat dekat.

“Orang diceritai tapi tidak benar, jadi orang bisa memandang lain kepada orang itu,” ujar Andi Bukti saat ditemui usai membuka acara sosialisasi pendidikan politik dan penguatan kesatuan bangsa bagi organisasi politik, organisasi masyarakat, dan LSM di Hotel Grand Celino, Kamis, 21 Maret 2019.

Dalam rangka pesta demokrasi, Andi Bukti menyebut sosialisasi terkait Hoax dan Hate Speach dengan Organisasi Politik, Organisasi Masyarakat, dan LSM merupakan momen yang tepat untuk membangun sinergitas.

“Bersinergi mengawal pesta demokrasi, kita target  pemilih untuk 2019 bisa mencapai target Wali Kota Makassar sekitar 75 persen,” ungkapnya.

Pada saat pesta demokrasi, kata dia, peran dari organisasi masyarakat, organisasi politik, dan LSM diharapkan mampu menaikkan target dan partisipasi pemilih. “Ini sangat penting,” katanya.

Harapan Andi Bukti

Menjalin kerjasama sebagai mitra di bawah pemerintah menjelang pemilu, Andi Bukti berharap, pesta demokrasi bisa berjalan aman serta kondusif di Kota Makassar setelah adanya pemahaman melalui sosialisasi mengenai hoax, money politik, dan hate speech dari narasumber.

“Nanti ada materi-materi terkait itu kepada LSM, Orpol dan Ormas,” ujarnya.

Melalui materi tersebut, Andi Bukti menegaskan, bahwa ini upaya pemerintah untuk mengajak seluruh masyarakat Kota Makassar agar kiranya mampu menentukan pilihan pada 17 April mendatang dengan mengenali gejala perpecahan dalam kehidupan berdemokrasi, seperti hoax dan ujaran kebencian.

Berita Terkait
Komentar
Terkini