Mengerikan! Insiden Mutilasi Tubuh Manusia di Kabupaten Semarang

Mengerikan! Insiden Mutilasi Tubuh Manusia di Kabupaten Semarang

R
Rika Nur
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Tewasnya korban dengan identitas Kholidatunni’mah (24) warga Desa Cibunar, Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Diketahui korban dibunuh dan dimutilasi dengan sadis oleh pelaku bernama Imam Sobari (32), warga Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Terkait kejadian itu, diketahui bahwa pelaku adalah mantan kekasih korban. Dan sebelumnya korban mendapatkan perilaku yang tidak baik dari pelaku.

Ketika itu saat korban masih duduk di bangku SMA, ia dicabuli hingga hamil dan melahirkan. Demikian Keluarga korban tidak terima atas peristiwa tersebut dan dilaporkannya pelaku ke Polres Tegal.

“Saat tersangka sudah menjalani 6 tahun di penjara, dinyatakan bebas. Kemudian istilahnya ‘balikan’ lagi sama korban,” ujar Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat konferensi pers di Mapolres Semarang, Selasa, 26 Juli 2022.

Lalu peristiwa pembunuhan itu terjadi bermula saat pelaku yang masih menyimpan rasa bertemu dengan korban di Ungaran, Kabupaten Semarang lokasi kejadian. Pelaku mengaku alasan dari tindakannya karena sakit hati atas ucapan korban yang mengatakan bahwa pelaku tidak punya pekerjaan.

Atas ucapan dari korban yang membuat pelaku sakit hati. Akhirnya pelaku mencekik korban sampai meninggal dan memutilasi tubuh korban agar bisa disembunyikan.

“Ya saya sakit hati karena dikata-katain sama korba. Lalu saya cekik hingga meninggal. Disitu saya bingung harus bagaimana untuk menyembunyikan jasad korban. Kemudian saya memotong korban pakai pisau,” ujar Sobari, Pelaku mutilasi.

Diketahui pelaku melakukan mutilasi tubuh korban menjadi 11 potongan dalam waktu tiga hari. Kejadian dimulai dari tanggal pembunuhan Minggu, 17 Juli 2022 hingga Selasa, 20 Juli 2022 di kamar mandi indekos. 

Disebutkan pemotongan pertama pada bada bagian lutut dan pangkal paha. Kemudian dimasukkan ke dalam plastik dan dibuang di samping pabrik Jalan Soekarno-Hatta. 

Tidak sampai disana, pelaku terus melakukan aksi kejinya dengan memutilasi bagian tangan korban dan anggota tubuh lainnya selama tiga hari berturut-turut.

“Dipotong mulai tangan, sampai jeroan (organ dalam), usus dan sebagainya. Kemudian dipotong lagi bagian lainnya dan dibuang di daerah lain. Hari Selasa 19 Juli 202, tersangka motong lagi jadi empat kali pemotongan, jadi motong bagian kepala, dimasukkan ke plastik dan dibuang ke sebelah restoran di jalan Sukarno-Hatta,” ujar Kapolda

Sebelum pelaku ditangkap polisi, ia sempat main kerumah korban pada Minggu 24 Juli 2022. Menurut ayah korban, Aswirto (45), pelaku datang berpura-pura mencari informasi tentang korban.

“Saat itu saya tidak ada dirumah, sedang mencari informasi tentang anak saya. Pelaku justru bertemu anak kedua saya, namun saat saya sampai kerumah pelaku sudah tidak ada di rumah. Kemungkinan telah curiga kalau dirinya sedang dicari Polisi,” kata Aswirto.

Aswirto, ayah korban meyakini pelaku tega melakukan perbuatan keji tersebut karena dendam kepada putrinya.

“Pelaku merupakan tetanga kami sendiri, cuman beda RT saja. Hal itu saya yakin karena dendam,”

Keluarga korban tentu sangat terkejut atas kejadian ini, mereka berharap pelaku dihukum seberat-beratnya atas tindakan keji yang dilakukan kepada putri pertama mereka Kholidatunni’mah (24). 

(Sumber: TvOnenews)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.