Perjuangan Keisha, Pemprov Sulsel Ungkapkani Cathlyn Ranking 7, Utusan Makassar Lainnya Posisi 5

Perjuangan Keisha, Pemprov Sulsel Ungkapkani Cathlyn Ranking 7, Utusan Makassar Lainnya Posisi 5

S
Syarief

Penulis

Terkini, Jeneponto – Kisah perjuangan seorang putri dari pelosok Desa di Kabupaten Jeneponto yang berani melangkah jauh menuju gerbang istana dan ibukota negara menjadi sorotan publik belakangan ini. Keisha Ratu Utami, siswi SMA Negeri 1 Jeneponto yang dikenal sebagai anak dari keluarga sederhana, justru menjadi sasaran tuduhan dan fitnah di media sosial. Ia dituding telah menggantikan posisi peserta utusan Kota Makassar yang di sebut-sebut masuk dalam peringkat 3 besar, untuk lolos ke seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Nasional tahun 2026.

Namun, fakta di lapangan serta bukti rekaman video pengumuman resmi membantah keras tuduhan tersebut. Keisha Ratu Utami bukanlah pengganti atau peserta yang disisipkan, melainkan ia adalah peserta yang namanya disebut pertama kali sebagai peringkat satu kategori putri yang dinyatakan lolos oleh Tim Seleksi Pusat.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis sore, 21 Mei 2026, setelah seluruh rangkaian proses penilaian dan seleksi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dinyatakan selesai. Saat itu, seluruh 100 peserta yang merupakan utusan terbaik dari seluruh Kabupaten dan Kota se-Sulawesi Selatan dikumpulkan di dalam satu ruangan. Suasana menjadi hening saat tim seleksi mulai membacakan satu per satu nama mereka yang berhak melaju ke seleksi tingkat nasional.

“Saat itu tim seleksi menyampaikan pengumuman peserta yang lolos ke seleksi tingkat nasional, dan semua peserta menyaksikan langsung saat nama-nama dibacakan. Dan nama saya adalah yang pertama disebut untuk kategori Putri,” ungkap Keisha Ratu Utami dengan mata berkaca-kaca, menceritakan detik-detik haru dan bangga tersebut kepada Terkini.id, Selasa, 26 Mei 2026.

Nama Keisha Ratu Utami dari Kabupaten Jeneponto menjadi nama pembuka daftar kebanggaan Sulawesi Selatan. Disebut pertama kali di hadapan ratusan peserta lainnya, momen itu menjadi kemenangan besar bagi perwakilan dari Bumi Turatea.

Baca Juga

Setelah Keisha, nama yang diumumkan selanjutnya secara berturut-turut adalah Naura Dwi Maharani utusan Kabupaten Gowa, dan Taswina Putri dari Kabupaten Bone. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman 3 peserta kategori putra yang juga dinyatakan lolos.

Pemerintah: Proses Terbuka dan Berdasarkan Nilai akumulasi Murni.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Selatan, Bustanul, menegaskan bahwa seluruh proses penentuan utusan berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai mekanisme resmi yang berlaku.

Menurut Bustanul, seleksi tingkat provinsi diikuti oleh utusan terbaik dari seluruh daerah, namun penentuan siapa yang berhak melaju ke seleksi tingkat nasional adalah kewenangan mutlak panitia seleksi dari pusat yang hadir dan memantau langsung setiap tahapan seleksi.

“Penentuan peserta yang lanjut ke seleksi tingkat nasional dilakukan langsung oleh tim seleksi dari pusat yang hadir bersamaan dengan seleksi provinsi. Di dalam tim tersebut terlibat unsur Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPPI Pusat, TNI, Polri, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). Jadi penilaiannya sudah terstandar nasional dan tidak ada campur tangan sepihak,” ujar Bustanul saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Ditanya secara spesifik terkait isu yang berkembang: “Benarkah ada peserta dari Makassar yang masuk peringkat 10 besar lalu digantikan oleh peserta Jeneponto?”, Bustanul Arifin memberikan penjelasan tegas yang meluruskan segala kesalahpahaman tersebut.

“Tidak ada istilah penggantian di sini. Logikanya, jika ada penggantian, seharusnya ada pengumuman awal, lalu dicabut, dan diganti dengan pengumuman baru. Faktanya, hal itu tidak pernah terjadi,” tegasnya.

Dikutip dalam video YouTube Kompas TV, yang terpantau terkini.id, Kamis, 28 Mei 2026, Bustanul menyampaikan Provinsi Sulawesi Selatan mendapat 3 pasangan kouta untuk mengikuti seleksi Paskibraka Nasional 2026. “Kita hanya mendapat kouta 3 pasang yang akan mengikuti seleksi nasional, jadi Timsel mengambil peringkat 1 sampai 3 Putri dan peringkat 1 sampai 3 Putra, itu ditentukan dari total nilai peserta dari akumulasi semua nilai yang diperoleh peserta.” jelasnya.

Dalam video tersebut, Bustanul menyampaikan bahwa akumulasi nilai Cathlyn Yvaine Lesmana berada di peringkat ke 7.” Karena yang berhak untuk mengikuti seleksi Paskibraka Nasional adalah Peringkat 1 sampai 3, maka Cathlyn tidak lolos, tapi Cathlyn lolos untuk menjadi Paskibraka Provinsi Sulawesi Selatan.

Bustanul juga menyampaikan, terdapat 3 orang Putri utusan Kota Makassar, dari peringkat akumulasi nilai semua hasil tes peserta, utusan Kota Makassar atas nama Putri berada di peringkat 5 sedangkan Cathlyn berada di peringkat 7.” Yang membuat saya bingung kenapa Cathlyn yang viral di medsos, padahal utusan Kota Makassar atas nama Putri nilainya berada di peringkat 5.” Ungkapnya.

Keenam peserta yang telah ditetapkan tersebut kini telah bersiap diri membawa nama harum Provinsi Sulawesi Selatan di kancah nasional. Namun hingga saat ini, jadwal pasti keberangkatan maupun rangkaian kegiatan seleksi Paskibraka Nasional belum disampaikan secara resmi oleh Tim Seleksi Pusat.

Keisha Ratu Utami, anak dari pelosok desa Jeneponto, kini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan kemampuan diri lah yang menjadi penentu, bukan asal daerah atau koneksi semata. Ia melangkah membawa harapan keluarganya dan kebanggaan masyarakat Jeneponto menuju tingkat tertinggi pengabdian sebagai pasukan pengibar bendera.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.