Terkini.id, Makassar – Generasi milenial yang akrab dengan budaya pop, perlu didorong mencintai budaya Indonesia. Tak terkecuali para peserta didik.
Mereka perlu dikenalkan keragaman kemajemukan budaya nusantara dengan cara yang menarik.
Sehubungan dengan hal itu, Sekolah Islam Athirah mengenal pekan budaya selama 3 hari. Pekan budaya yang menjadi agenda sekali dalam setahun ini bertajuk “Sambur Limbur Kulturasi Era Milenial”.
Kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi TK, SD, SMP, dan SMA Athirah Bukit Baruga. Beragam lomba seni dan budaya mewarnai acara ini.
Kasubag Perencanaan Dinas Kebudayaan Kota Makassar Dr Syarifuddin SPd MPd MM mengatakan, kegiatan ini sebagai wadah untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
- Indonesia Sehat Jiwa Bentuk Peer Buddy di Sekolah Islam Athirah Makassar, Ajak Remaja Bersahabat dengan Emosi
- Suriana Raih Gelar Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa dengan IPK Sempurna 4,0
- Sekolah Islam Athirah Jadi Sekolah Pertama di Sulsel Raih Sertifikat Zona Khas Halal
- Ratusan Guru Berkumpul dalam Temu Pendidik Nusantara XII Kota Makassar di Sekolah Islam Athirah
- Temu Pendidik Nusantara Raih Nominasi UNESCO Hamdan Prize For Teacher Development 2024 di Paris
“Kalau perlu kegiatan ini dirutinkan. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kalau bisa kita ajak Sekolah Islam Athirah berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan,” tuturnya.
Hal itu disampaikan Syarifuddin saat memberi sambutan dalam acara pembukaan pekan budaya di Lapangan Basket SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 25 Februari 2020.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kasubag Perencanaan Dinas Kebudayaan Kota Makassar.
Turut hadir dalam pembukaan pekan budaya, Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril ST MPd, Wakil Direktur Wilayah Baruga Patris Hasanuddin SPd MPd, kepala divisi, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga M Ridwan Karim SPd MPd, penanggungjawab program pendidikan inklusif Mutmainnah, para kepala sekolah, guru, orang tua siswa yang berhimpun dalam Badan Musyawarah Jami’ah (BMJ), dan ratusan peserta didik.
Sementara itu, Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril ST MPd dalam sambutannya menyampaikan, Indonesia sangat beragam.
“Kalau kita mengenali budaya Indonesia, maka kita lebih arif. Semoga acara ini mengkolaborasikan budaya dan pendidikan,” katanya.
Menariknya, di lokasi pekan budaya berdiri stan setiap kelas. Setiap stan menyediakan makanan khas, souvenir, dan poster beberapa provinsi atau suku yang ada di Indonesia.
Tenan yang menampilkan display antara lain Bali, NTT, Papua, Suku Dayak, Suku Bugis, dan Suku Toraja. Selain itu, para siswa-siswi dari berbagai ekstrakurikuler unjuk kebolehan di atas panggung. Mereka berasal dari ekstrakurikuler pramuka, paskibraka, taekwondo, seni lukis.
Tidak hanya itu, backdrop yang dipajang di panggung adalah hasil lukisan tangan dan tidak menggunakan bahan plastik.
Adapun Ketua Panitia pekan budaya Mursalim SPd mengungkapkan, pekan budaya bertujuan untuk mengenal budaya dan suku bangsa yang ada di Indonesia. Selain itu, untuk melestarikan budaya nasional.
“Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari oleh seluruh unit secara serentak yaitu TK, SD, SMP, dan SMA. Selain acara internal, di hari kedua panitia mengundang peserta dari luar Athirah untuk mengikuti lomba,” ujar Mursalim.
Citizen Reporter: Ilmaddin Husain
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
