Terkini.Id, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus memperkuat budaya keselamatan kerja dan kepedulian terhadap lingkungan melalui penyelenggaraan Workshop Penanganan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Skala Laboratorium. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 17–18 Juni 2026, ini diikuti oleh Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) serta tenaga laboratorium di lingkungan Polbangtan Gowa.
Workshop diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola limbah laboratorium secara aman, efektif, dan sesuai dengan standar operasional maupun regulasi yang berlaku. Pengelolaan limbah B3 yang baik menjadi bagian penting dalam menciptakan laboratorium yang aman, sehat, ramah lingkungan, serta mendukung kualitas pendidikan vokasi pertanian.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mendorong kemajuan sektor pertanian Indonesia.
“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” tegas Menteri Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa penguatan kompetensi SDM harus terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian yang semakin kompleks.
- MAF Polbangtan Kementa Vol. 7 Edisi 25 Dorong Transformasi Pengendalian OPT Modern untuk Produktivitas Pertanian Nasional
- Yayasan AHM Berikan Penghargaan kepada Tiga Bengkel Binaan Berprestasi
- New Honda BeAT Tampil Lebih Ekspresif dengan Warna dan Striping Baru
- Hyundai Urip Sumoharjo Hadirkan Promo Menarik New CRETA hingga Akhir Juni, Cashback dan Bunga 0 Persen
- PSMTI Sulsel Apresiasi Cathlyn Yvaine Lesmana dan Seluruh Calon Paskibraka Terpilih 2026
“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” ujar Idha.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi harus terus menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada praktik sehingga mampu menghasilkan lulusan yang profesional, inovatif, dan siap menghadapi dunia kerja.
Selama workshop, peserta memperoleh materi mengenai pengelolaan limbah B3 skala laboratorium yang disampaikan oleh Achmad Hadiasyah, Kepala Departemen Air Bersih dan Limbah PT Kimia, serta materi penanganan limbah B3 di laboratorium pertanian dan simulasi penanganan limbah yang dibawakan oleh narasumber dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik dan diskusi interaktif mengenai penerapan pengelolaan limbah B3 di laboratorium pendidikan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, mengatakan bahwa laboratorium merupakan sarana strategis dalam mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengujian. Oleh sebab itu, pengelolaan limbah B3 harus dilakukan secara profesional untuk menjamin keselamatan pengguna laboratorium sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Melalui workshop ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai regulasi pengelolaan limbah B3, tetapi juga keterampilan praktis dalam mengidentifikasi, menangani, menyimpan, hingga mengelola limbah secara benar. Kami berharap kompetensi tersebut dapat memperkuat budaya kerja laboratorium yang profesional, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, simulasi, dan berbagi pengalaman mengenai tantangan pengelolaan limbah laboratorium di masing-masing unit kerja. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya komitmen untuk menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan limbah B3 sebagai bagian dari upaya mewujudkan laboratorium yang aman dan ramah lingkungan.
Melalui workshop ini, Polbangtan Gowa menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium melalui penerapan sistem pengelolaan limbah B3 yang aman, efektif, dan berkelanjutan. Penguatan kompetensi PLP dan tenaga laboratorium diharapkan mampu memperkokoh budaya keselamatan kerja sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan vokasi pertanian yang unggul, profesional, dan berwawasan lingkungan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
