Permata Jeneponto Gelar Seminar Ramah Disabilitas dan Kusta

Pembukaan semina sehari yang dilaksanakan Perhimpunan Mandiri Kusta (PerMaTa) Kabupaten Jeneponto dengan pendampingan PerMaTa Wilayah SulSel, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Jeneponto, Kamis, 8 Agustus 2019

Terkini.id, Jeneponto Perhimpunan Mandiri Kusta (PerMaTa) Kabupaten Jeneponto dengan  pendampingan PerMaTa Wilayah Sulsel menggelar seminar sehari dalam mendorong masyarakat ramah disabilitas dan kusta dalam mewujudkan pembangunan inklusi di kabupaten Jeneponto, Di Aula Kantor Dinas Kesehatan Jeneponto, Kamis, 8 Agustus 2019.

Seminar sehari tersebut diikuti oleh Perwakilan dari OPD Pemkab Jeneponto, Kepala Desa,  penyandang disabilitas dan kusta, tokoh masyarakat, tokoh agama, Karang Taruna, kepala Dusun Desa Kapita dan pihak Puskesmas di Jeneponto.

Ketua perhimpunan mandiri kusta atau PerMaTa wilayah Sulawesi Selatan,Yuli menyampaikan, seminar sehari ini dilaksanakan agar seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Jeneponto dapat memahami isu disabilitas dan kusta di Jeneponto.

“Kami sangat mengharapkan yang hadir pada kesempatan ini untuk memahami isu disabilitas dan kusta sehingga setiap pemangku kepentingan dapat mewujudkan Jeneponto menjadi daerah yang ramah terhadap disabilitas dan kusta (Mardika),” harap Yuli

Pada kesempatan itu, ibu Yuli juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Jeneponto yang telah memberi ruang untuk mendorong pembangunan inklusi di Jeneponto

“Dengan memberikan ruang, Kami berupaya untuk mewujudkan Kabupaten Jeneponto sebagai salah satu kabupaten di Indonesia yang ramah terhadap penyandang disabilitas dan kusta,” harap Yuli

Sementara Perwakilan (Nedherland Leprosy Relief) NLR Indonesia, Angga Yanuar menyampaikan, dengan memberi ruang kepada penyandang disabilitas dan kusta untuk terlibat dalam kegiatan pemerintah, maka mereka tidak akan merasa dikecilkan di mata masyarakat.

“Penyandang disabilitas dan kusta harus terus dimotivasi, sehingga mereka tidak kehilangan kepercayaan dalam menjalani kehidupannya, Dengan melibatkan dan mengajak untuk mengimplementasikan suatu kegiatan dengan menyumbangkan ide dan harapannya, itu berarti kita telah mampu mengubah masa depan hidupnya,” ungkap Angga Yanuar.

Berita Terkait