Terkini.id, Jakarta – Mantan Wakil Presiden atau Wapres di era kepemimpinan Soeharto, Sri Sultan Hamengkubuwono IX blak-blakan mengungkap jati diri penguasa Orde Baru itu.
Pengakuan mendiang Sri Sultan Hamengkubuwono IX itu diceritakan kembali politisi senior, Panda Nababan dalam perbincangannya di kanal YouTube Keadilan TV.
Diketahui, Sri Sultan Hamengkubuwono IX sempat menjadi wakil presiden di era pemerintahan Soeharto pada periode 1973-1978.
Sebagai raja, Sri Sultan tentu sudah jelas menjalani pemerintahan feodalistik di Yogyakarta. Dia juga menguasai tanah daerah istimewa tersebut sebagai tanah kerajaan.
Namun rupanya, Sri Sultan pernah menyebutkan bahwa Soeharto jauh lebih berkuasa ketimbang dirinya sebagai penguasa tanah kerajaan Yogyakarta.
“Sultan Hamengkubowono ini banyak memberitahukan ke saya informasi bagaimana kepemimpinan Soeharto, waktu aku tanya apa sih bedanya Sultan dengan Pak Harto?” ungkap Panda Nababan, dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id, Minggu 18 Desember 2022.
Menurut Panda Nababan, Sultan Hamengkubuwono IX pernah mengatakan bahwa ia memiliki tiga perbedaan dengan Soeharto.
“Aku [Sri Sultan] hanya beda tiga hal, pertama dia [Seoharto] punya tabir saya enggak punya tabir,” ujar Panda Nababan mengenang pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Ia pun menjelaskan bahwa yang dimaksud tabir itu adalah kemampuan untuk menampakkan ketikdaksukaan melalui mimik wajah.
“Soeharto punya kemampuan menciptakan kesan [tidak suka] ke tamunya, kalau saya [Sri Sultan] enggak,” ujar Panda.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
