Pertama di Indonesia, Pemkab Bulukumba Luncurkan Beras Si Baco

Pertama di Indonesia, Pemkab Bulukumba Luncurkan Beras Si Baco

Terkini.id, Bulukumba – Pertama kalinya di Indonesia, pemerintah kabupaten Bulukumba meluncurkan Beras Sistem Barcode yang dinamakan Beras Si Baco. Peluncuran ini dilakukan oleh Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali yang ditandai dengan penandatanganan kemasan beras 5 kilogram yang siap dipasarkan.

Peluncuran Beras Si Baco ini berlangsung di Sekretariat Gapoktan Samaenre Desa Lonrong Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba Jumat 27 September 2019 kemarin.

Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Mukhtar Hakim mengatakan manfaat Beras Si Baco ini untuk memudahkan melakukan pengawasan pangan khususnya beras. Selain itu, juga untuk memudahkan masyarakat dalam memilih bahan pangan karena tersedia informasi berasnya melalui barcode dan men-scannya dengan perangkat smartphone.

“Bahan pangan masyarakat kita masih didominasi oleh beras sehingga penting kita meningkatkan pengawasan terhadap beras yang beredar,” ungkap Mukhtar yang mendampingi Gapoktan Samaenre memproduksi Beras Si Baco.

“Manfaat bagi masyarakat, memiliki informasi terhadap beras yang akan dikonsumsi, dan pelaku usaha mendapatkan kepercayaan dalam memproduksi beras,” tambahnya.

Menarik untuk Anda:

Sementara itu, Kepala UPT Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Hasnawaty Habibie dalam sambutannya mengapresiasi terobosan tersebut. Menurutnya kegiatan ini sangat penting karena  terkait bagaimana upaya menyiapkan suatu produk pangan yang aman bagi masyarakat untuk dikonsumsi, khususnya masyarakat di Kabupaten Bulukumba.

Ia mengucapkan terima kasih atas undangan menghadiri launching dan mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam mewujudkan inovasi yang baru pertama kalinya dilakukan di Indonesia.

“Ini (Beras Sistem Barcode) adalah Inovasi yang baru terkait pengawasan keamanan pangan. Ini

Belum ada di Indonesia seperti ini,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Pihaknya, lanjut Hasnawati sangat mendukung terobosan tersebut oleh karena dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanahkan bahwa Pemerintah harus menjamin produk pangan yang beredar di masyarakat itu aman untuk dikonsumsi.

“Ini juga diharapkan bisa dicontoh oleh kabupaten lain, termasuk kami di provinsi,” tukasnya.

Sementara itu,  AM Sukri Sappewali dalam sambutannya mengatakan penggunaan beras barcode sesuai dengan tuntutan zaman. Dengan adanya teknologi,  produk pangan yang beredar di masyarakat lebih transparan.  Masyarakat mendapatkan informasi,  begitu pula pemerintah dapat melakukan pengawasan.

“Kita harus mendorong pelaku usaha memiliki kemampuan menerapkan teknologi. Untuk itu

perangkat daerah terkait harus saling bersinergi. Bukan hanya menjadi tanggungjawab dari Dinas Ketahanan Pangan,” bebernya.

Karena beras sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat, maka ia berharap Gapoktan atau pelaku usaha beras lainnya dapat mengikuti Beras Si Baco yang dirintis oleh Gapoktan Samaenre ini dalam memasarkan produknya.

“Tentunya Beras Si Baco ini memiliki nilai lebih, oleh karena sudah dikemas dengan baik dan terjamin kualitasnya,” imbuh AM Sukri Sappewali.

Turut hadir dalam kegiatan ini,  Wakil Ketua DPRD Hj Aminah Syam,  anggota DPRD Syamsir Paro,  Zulkifli Saiye dan Supriadi H. Beddu, serta beberapa kepala perangkat daerah dan kepala desa.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Astaga! DPR Jadi Institusi Paling Korup di Indonesia

Sekum DPP KKB yang Juga TGUPP Umumkan Dirinya Positif Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar