Pertamax Naik Harga, Pertalite Tidak, Chusnul: Pertamax Dipakai Orang Kaya, Kadrun yang Nyinyir Emang Pakai?

Pertamax Naik Harga, Pertalite Tidak, Chusnul: Pertamax Dipakai Orang Kaya, Kadrun yang Nyinyir Emang Pakai?

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Chusnul Chotimah, pegiat media sosial aktif bersuara terkait beragam kebijakan Pemerintah, kali ini buka suara soal polemik Pertamax.

Seperti diketahui, harga Pertamax mengalami kenaikan hingga diprediksi mencapai Rp16.000 per liter.

Namun, kabar baiknya, Pertalite tetap seperti biasa lantaran tetap diberikan subsidi oleh Pemerintah.

Terkait hal itu, Chusnul Chotimah pun menyampaikan keberatannya dengan pihak-pihak yang mengkritisi kebijakan Pemerintah terkait kenaikan BBM jenis Pertamax.

Apalagi menurutnya, Pertamax sejak dahulu peruntungannya memang untuk pengendara kendaraan kelas menengah hingga ke atas.

Baca Juga

Ia punmenjelaskan, Pertalite yang alokasinya untuk masyarakat kelas bawah masih mendapatkan subsidi dari Pemerintah sehingga dinyatakan bertarif seperti biasa.

Maka dari itu, Chusnul merasa heran dengan pihak-pihak yang mempersoalkan, padahal belum tentu mereka pakai Pertamax.

“Pertamax itu yg pake orang kaya, terimakasih Pak Jkw dan Erick Thohir pertalite ga naik dan ttp dikasih subsidi,” tulis Chusnul, dikutip terkini.id via Twitter pada Kamis, 31 Maret 2022.

“Buat Kadrun yg nyinyir, emang pake pertamax?” tanyanya menohok.

“Lagian kalo pertamax dikasih subsidi, kalian jg nyinyir, knp dikasih minyak goreng tdk, betul tdk?”

Adapun Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan BBM jenis Pertamax tidak dikategorikan sebagai BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau BBM bersubsidi, berbeda dengan Pertalite. Ia pun meminta maaf BBM jenis Pertalite harus naik.

“Ya ini pemerintah sudah memutuskan Pertalite dijadikan subsidi, Pertamax tidak. Jadi kalau Pertamax naik ya mohon maaf, tapi Pertalite tetap subsidi,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari Voi.

Erick menjelaskan, dalam kondisi pertumbuhan ekonomi yang masih merangkak menuju normal seperti sebelum pandemi Covid-19, Pemerintah tak bisa hanya mengandalkan pendapatan yang bersumber dari pajak.

Oleh sebab itulah menurut Erick Thohir, perusahaan pelat merah harus memberikan dividen kepada negara.

Ia menuturkan, dividen yang diperoleh negara dari perusahaan BUMN digunakan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat. Selah satunya adalah subsidi BBM jenis Pertalite.

Erick menambahkan, negara harus merogoh kocek sangat dalam untuk memberikan subsidi BBM kepada masyarakat.

Bahkan, jumlahnya mencapai triliunan rupiah. Termasuk juga untuk subsidi litrik bagi pelanggan 450 VA.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.