Belum Usai Masalah Minyak Goreng, Kini Pertamax Akan Naik Hingga 16 Ribu Perliter, Warganet: Sempurna Penderitaan Rakyat

Belum Usai Masalah Minyak Goreng, Kini Pertamax Akan Naik Hingga 16 Ribu Perliter, Warganet: Sempurna Penderitaan Rakyat

R
Alhini Zahratana
Redaksi

Tim Redaksi

– harga minyak dunia terus mengalami kenaikan. Kendati demikian, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax belum mengalami kenaikan harga.

Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi harga keekonomian bahan bakar minyak atau BBM RON 92 jenis Pertamax bisa menembus Rp 16.000 per liter pada April 2022.

Wacana kenaikan BBM atas persetujuan DPR ini menuai banyak protes dari warganet. Kebanyakan menyayangkan situasi yang dinilai makin menyulitkan rakyat itu.

“Rezim raja tega di tengah meningkatnya pengangguran dan ekonomi rakyat yg makin memburuk. Tanpa ampun selain PPN naik menjadi lebih dari 11 % , masih juga rakyat akan dibebani kenaikan harga BBM dari Rp.9.000 menjadi Rp.16.000″ tulis akun @rinidyah6.

“PDIP gagal urus negeri: minyak goreng mahal, lapangan kerja tidak ada, pengangguran meroket, harga sembako meroket, solar langka, BBM naik tinggi, korupsi merajalela, harta pejabat meroket, dst. Tenggelamkan PDIP” tulis akun lain @AgroFishLombok.

Baca Juga

“Pertamax disetujui DPR naik Rp.16.000 Pertalite gantikan Premium. Sempurna sudah derita rakyat” tulis akun @rinidyah6.

Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerjasama Kementerian ESDM Agung Pribadi, harga minyak pada Maret yang jauh lebih tinggi dibanding Februari, memicu harga Pertamax melambung.

“Dengan mempertimbangkan harga minyak bulan Maret yang jauh lebih tinggi dibanding Februari, maka harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 bulan April 2022 akan lebih tinggi lagi dari Rp14.526 per liter, bisa jadi sekitar Rp16.000 per liter,” ujar Agung dilansir dari laman Antara pada Selasa, 29 Maret 2022.

Dia menegaskan, hingga saat ini pemerintah masih mencermati kenaikan harga minyak tersebut. “Karena apabila kenaikan berkepanjangan, akan menimbulkan beban-beban bagi APBN, Pertamina, dan sektor lainnya,” papar Agung.

Perkembangan sementara ICP bulan Maret 2022 per tanggal 24, tercatat sebesar 114,55 dolar AS per barel.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.