Terkini, Makassar — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperkuat pemantauan stok dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat, termasuk sektor pertanian dan irigasi, tetap terpenuhi di tengah meningkatnya aktivitas pascapanen dan kondisi kekeringan di sejumlah daerah.
Berdasarkan pemantauan Pertamina Patra Niaga per 13 Agustus 2026, sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan masih berada dalam kondisi aman. Namun, terdapat sejumlah daerah yang mengalami penurunan stok seiring meningkatnya volume penyaluran BBM.
Peningkatan kebutuhan tersebut salah satunya dipengaruhi aktivitas pertanian. Kebutuhan BBM untuk operasional mesin pompa dan irigasi turut meningkat di tengah kondisi kekeringan. Selain itu, aktivitas masyarakat yang memasuki periode panen juga ikut mendorong kenaikan konsumsi BBM.
Pertamina mencatat siklus pertanian di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dapat berlangsung hingga tiga kali dalam setahun. Kondisi ini membuat kebutuhan BBM untuk mendukung aktivitas pertanian dan irigasi berpotensi meningkat pada periode tertentu.
- ITH dan Pemkab Pinrang Perkuat Sinergi Melalui Penandatanganan MoU dan IA
- Dilapor ke Polisi Diduga Pukul Siswa, Guru UPT SDN 14 Tamalatea Bantah Lakukan Kekerasan
- Kukuhkan 1.532 Lulusan Polbangtan/PEPI, Kementan Perkuat SDM Pertanian
- Porseni Pemkot Makassar Meriah, Appi Tekankan Kekompakan ASN dan Peduli Kebersihan
- Local Media Community Bahas Strategi Media Menghadapi Badai Efisiensi di Makassar
Penyaluran BBM Ditambah
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian volume penyaluran BBM sesuai kondisi masing-masing wilayah.
Penyaluran Pertalite ditambah sekitar 15–20 persen dari rata-rata normal harian, sedangkan Biosolar ditambah sekitar 10–15 persen. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kebutuhan dan perkembangan kondisi stok di lapangan.
“Pertamina Patra Niaga terus memonitor kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah Sulawesi Selatan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, termasuk kebutuhan sektor pertanian dan irigasi,” demikian keterangan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Selain menambah pasokan, pengaturan distribusi di tingkat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga diperkuat. Pertamina menerapkan pengaturan antrean melalui marshal, termasuk mengarahkan kendaraan ke SPBU lain apabila terjadi antrean panjang.
Langkah tersebut dilakukan agar distribusi BBM tetap berjalan optimal dan tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu titik.
Imbau Masyarakat Beli Sesuai Kebutuhan
Pertamina mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Hal ini penting untuk menjaga pemerataan distribusi sekaligus memastikan BBM tetap tersedia bagi masyarakat dan sektor-sektor produktif.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait guna memastikan penyaluran BBM di Sulawesi Selatan berlangsung aman, lancar, dan optimal.
Di sisi lain, pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi juga terus diperkuat melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya. Upaya tersebut ditujukan untuk menjaga agar BBM subsidi tetap tersalurkan secara tepat sasaran.
“Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjut Pertamina.
Pertamina membuka kanal Pertamina Customer Solution (PCS) 135 bagi masyarakat yang membutuhkan informasi layanan BBM maupun menemukan indikasi penyalahgunaan dalam penyaluran BBM.
Setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
