Terkini.id, Makassar – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan pasokan bahan bakar pesawat atau avtur melalui pelaksanaan Table Top Simulation Business Continuity Management System (BCMS) di Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, Makassar.
Simulasi tersebut menggunakan skenario gangguan pada jalur pipa penerimaan avtur dari Integrated Terminal (IT) Makassar menuju AFT Hasanuddin.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan operasional dan pelayanan avtur tetap dapat berjalan apabila terjadi gangguan pada jalur pasokan utama.
Dalam simulasi, tim menguji sejumlah aspek penting, mulai dari kecepatan merespons gangguan, pengambilan keputusan, pengelolaan ketahanan stok, hingga koordinasi lintas fungsi.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat keberlangsungan pasokan avtur memiliki kaitan langsung dengan pelayanan kepada maskapai serta kelancaran operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin.
- Honda ST125 Dax Usung Mesin 125cc dan ABS dengan IMU, Bobot Hanya 107 Kg
- 81 Tahun Kejaksaan, Kejari Jeneponto Teguhkan Janji Kembalikan Kepercayaan Publik dengan Humanis
- Dapat Dukungan Penuh IAS, Ismail Aksa Siap Bergerak Pimpin Golkar Sidrap
- Bank Indonesia Sulsel Dukung Kajian IMTI 2026 untuk Memperkuat Pariwisata Ramah Muslim
- Bapemperda DPRD Sulsel Kunjungi PT Vale, Bahas Ranperda Pembagian Keuntungan Tambang
Siapkan Alternatif Supply Avtur
Selain menguji respons terhadap gangguan, AFT Hasanuddin turut melakukan simulasi skema alternatif pasokan menggunakan bridger dari IT Makassar.
Pengujian mencakup kesiapan fasilitas penerimaan, personel, hingga pemeriksaan kualitas dan kuantitas avtur. Skema tersebut dipersiapkan sebagai langkah antisipasi agar distribusi avtur tetap dapat berlangsung dengan memperhatikan standar keselamatan dan kualitas.
AFT Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan simulasi BCMS menjadi sarana untuk memastikan seluruh personel memahami peran dan langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi tidak normal.
“Kami ingin memastikan ketika terjadi gangguan supply, tim tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan langkah yang harus dilakukan. Mulai dari menerima informasi, menjaga stok, menyiapkan alternatif supply, sampai memastikan produk tetap memenuhi standar kualitas, seluruh proses harus berjalan dengan cepat dan terkoordinasi.”
Menurut Andreas, kesiapan tersebut pada akhirnya akan berdampak terhadap keberlangsungan pelayanan avtur kepada pelanggan.
Ia menambahkan, pelaksanaan latihan secara berkala juga menjadi bagian dari evaluasi untuk menemukan berbagai potensi perbaikan sebelum menghadapi gangguan yang sebenarnya.
“Setiap simulasi menjadi bahan evaluasi untuk melihat apakah prosedur, fasilitas, komunikasi, dan kesiapan personel sudah berjalan sesuai harapan. Hasil evaluasi akan kami gunakan untuk terus meningkatkan kesiapan operasional AFT Hasanuddin,” tambahnya.
Libatkan Lintas Fungsi
Pelaksanaan Table Top Simulation BCMS melibatkan sejumlah fungsi dan unit kerja, di antaranya AFT Hasanuddin, Aviation Region Sulawesi, Aviation Fuel Business, HSSE, Supply and Distribution, DRE, Operation, PFD, Quality Assurance (QA), serta IT Makassar dan pemangku kepentingan terkait.
Rangkaian simulasi mencakup penanganan gangguan, eskalasi insiden, pelaksanaan alternatif pasokan, pemantauan operasional, hingga proses pemulihan dan normalisasi pasokan melalui jalur utama.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan layanan energi bagi pelanggan sektor penerbangan.
“Bagi pelanggan, kesiapan seperti ini berarti ada sistem yang terus dipersiapkan untuk menjaga layanan tetap berjalan ketika muncul gangguan. AFT Hasanuddin memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan avtur di kawasan Indonesia Timur, sehingga aspek keselamatan, kualitas, dan kesinambungan supply terus menjadi perhatian dalam setiap proses operasional,” kata Lilik.
Menurut Lilik, kesiapan menghadapi gangguan tidak hanya dibangun melalui prosedur, tetapi juga melalui latihan dan evaluasi secara konsisten.
“Kami terus mendorong budaya continuous improvement di seluruh lini. Setiap hasil simulasi menjadi masukan untuk memperkuat prosedur dan koordinasi, sehingga ketika menghadapi kondisi aktual, seluruh tim dapat bergerak dengan respons yang cepat, tepat, dan terukur,” ujarnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap hasil simulasi untuk meningkatkan kesiapan personel, keandalan fasilitas, efektivitas koordinasi, serta ketangguhan sistem pasokan.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan avtur pelanggan tetap dapat dilayani secara aman dan andal dalam berbagai kondisi operasional.
Melalui kesiapan AFT Hasanuddin dan dukungan lintas fungsi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperkuat keandalan pasokan avtur sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran penerbangan dan konektivitas masyarakat di Sulawesi serta kawasan Indonesia Timur.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
