Terkini, Makassar – Pertamina Patra Niaga melakukan rekonfigurasi fasilitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di 12 SPBU yang tersebar di Kota Makassar, Gowa, dan Maros.
Langkah tersebut dilakukan dengan mengalihkan sebagian kapasitas pengisian produk nonsubsidi Pertamax untuk melayani BBM bersubsidi Pertalite.
Kebijakan ini ditempuh sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite sekaligus upaya memperbanyak titik pengisian dan mengurangi waktu antrean di SPBU.
Rekonfigurasi dilakukan dengan menyesuaikan penggunaan nozzle atau selang pengisian serta pulau pompa yang sebelumnya digunakan untuk Pertamax agar dapat melayani Pertalite.
Pertamina juga melakukan pembaruan penanda produk pada fasilitas yang telah dikonfigurasi sehingga masyarakat dapat mengetahui titik pengisian Pertalite.
- Atasi Antrean Panjang di SPBU, Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Diberlakukan Mulai 13 September 2026
- BMKG Peringatkan Angin Kencang Senin 14 September 2026, Sulawesi Selatan Masuk Daftar
- Jeneponto Ke Semifinal, Dukungan Bupati di Tribun Bakar Semangat Laskar Turatea Tumbangkan Palopo
- Antrean BBM Mengganggu Mobilitas Warga, Wali Kota Makassar Minta Pelayanan SPBU Dimaksimalkan
- 135 Modifikator Ramaikan Honda Modif Contest 2026 di Maros
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian kapasitas tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi antrean di lapangan.
“Kami memahami antrean pengisian BBM menyita waktu dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan,” kata Kitty.
Menurut dia, pengalihan sebagian fasilitas pengisian Pertamax menjadi Pertalite diharapkan dapat menambah titik pelayanan bagi masyarakat.
“Melalui rekonfigurasi ini, sebagian fasilitas pengisian Pertamax kami alihkan untuk melayani Pertalite, sehingga tersedia lebih banyak titik pengisian Pertalite bagi masyarakat,” ujarnya.
Dilakukan di 12 SPBU
Adapun rekonfigurasi dilakukan di 12 SPBU, yakni SPBU Pettarani, Talasa, Racing, Hertasning, KS Tubun, Hasanudin, Cendrawasih, Gatot Subroto (Gatsu), Ratulangi, Bawakaraeng, Pallangga, dan Batangase.
Dengan penyesuaian tersebut, fasilitas yang tersedia di masing-masing SPBU dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengisian Pertalite.
Kitty mengatakan Pertamina akan terus mengevaluasi pelaksanaan rekonfigurasi berdasarkan kebutuhan dan kondisi pelayanan di setiap SPBU.
“Dengan lebih banyak titik pengisian Pertalite, kami berharap pelayanan dapat berjalan lebih cepat dan waktu tunggu masyarakat berkurang,” katanya.
“Pelaksanaan penyesuaian ini terus kami evaluasi berdasarkan kebutuhan dan kondisi pelayanan di masing-masing SPBU,” lanjutnya.
25 SPBU Beroperasi 24 Jam
Selain melakukan rekonfigurasi fasilitas, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat pelayanan dengan mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam di wilayah Makassar.
Perluasan jam operasional tersebut memberikan alternatif waktu bagi masyarakat untuk melakukan pengisian BBM, terutama untuk mengurangi penumpukan pada jam-jam tertentu.
Pertamina juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung, di antaranya menambah alokasi BBM pada wilayah atau SPBU yang membutuhkan, mengoptimalkan armada mobil tangki, menyesuaikan pola pengiriman, serta mengatur antrean di lapangan.
Petugas juga diarahkan untuk membantu mengarahkan kendaraan menuju SPBU yang memiliki antrean lebih landai guna memperlancar distribusi dan pelayanan.
Pertamina mengimbau masyarakat melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan, memperhatikan penanda jenis produk pada SPBU, serta mengikuti arahan petugas selama berada di area pengisian.
Masyarakat yang ingin menyampaikan informasi maupun laporan terkait pelayanan BBM dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
