Terkini, Makassar – Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Hal ini terlihat dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar, yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, jajaran pemerintah kota, Perumda Pasar Makassar, serta mitra Badan Gizi Nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menegaskan pentingnya memastikan keberlanjutan program pemerintah melalui penguatan sistem distribusi pangan yang terukur dan pasti.
Menurutnya, kebutuhan bahan pokok dalam program MBG sangat besar, bahkan satu Satuan Dasar Terpadu Pendidikan Guru (SDTPG) dapat melayani hingga 3.500 siswa per hari, sehingga diperlukan kepastian pasokan yang konsisten.
“Yang paling penting adalah memberikan kepastian. Jangan sampai saat kebutuhan tinggi, pasokan tidak terjaga. Ini yang ingin kita atur bersama agar ekosistem berjalan baik,” ujarnya.
- Dewaweb Hadirkan SCALECON 2026 di Surabaya: Gerakan Nyata untuk Implementasi AI bagi Pebisnis
- Celebes Padel Hub Resmi Dibuka di Summarecon Mutiara Makassar
- Indibiz KTI Gelar Join Talks Spesial Kartini, Bahas Ekspresi Diri Perempuan
- Kasus Pengadaan Seragam Gratis Pemkab Lutim, PPTK di Dinas Pendidikan Disebut Telah Diperiksa
- Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga Hadiri Pelantikan Rektor Unhas, Apresiasi Kepemimpinan Prof JJ
Ia juga menyoroti dinamika harga komoditas menjelang Ramadan dan Idulfitri, di mana terjadi fluktuasi signifikan pada bahan pangan seperti ayam, telur, dan susu akibat tingginya permintaan, termasuk dari program MBG.
> Sebagai solusi, Perumda Pasar menghadirkan konsep Baruga Pasar, yang berfungsi menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi pangan tetap terkendali. keberadaan 18 pasar induk menjadi tulang punggung dalam menjaga ketersediaan stok. Selain itu, diharapkan setiap SPPG ditiap wilayah bisa mengunjungi pasar-pasar induk terdekat di kecamatan masing-masing. Untuk memudahkan pendistribusian bahan pangan secara langsung.
Ali Gauli menekankan bahwa penguatan ekosistem pangan bukan untuk memotong rantai distribusi, melainkan untuk memberikan kepastian bagi seluruh pelaku, mulai dari petani hingga konsumen akhir.
Ia menyebut, dengan adanya data kebutuhan Perumda Pasar siap menjadi mediator dalam memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.
“Kalau data kebutuhan tersedia, kami bisa memastikan distribusi lebih terarah. Jangan tunggu masalah muncul baru kita bertindak,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
