Makassar Terkini
Masuk

Peserta BPJS yang Meninggal Dunia Wajib ke Kantor, Said Didu: Memalukan!

Terkini.id, JakartaSaid Didu singgung narasi akun resmi BPJS kesehatan RI soal penonaktifan peserta BPJS yang meninggal, dimana peserta tersebut disebut wajib ke kantor BPJS.

Muhammad Said Didu membagikan foto screenshot cuitan akun twitter resmi dari BPJS kesehatan, sebagaimana dikutip Terkini.id dari akun twitter @msaid_didu pada Minggu, 31 Juli 2022.

BPJS melalui cuitannya itu menginformasikan bahwa peserta BPJS yang meninggal wajib datang ke kantor untuk penonaktifan peserta.

Cuitan pengguna twitter dan foto cuitan BPJS kesehatan (twitter @msaid_didu)

“Mohon maaf untuk proses penonaktifan peserta meninggal dunia peserta memang wajib datang ke kantor cabang BPJS kesehatan, -da,” tulis akun twitter BPJS dalam cuitannya.

Selain membagikan foto screenshot itu, Said Didu juga menuliskan cuitan yang menyinggung narasi atau komunikasi yang dilakukan oleh pihak BPJS kesehatan Republik Indonesia.

Muhammad Said Didu menilai bahwa informasi tersebut mengandung narasi yang memalukan, dirinya menyebut itu adalah contoh komunikasi yang memalukan.

“Contoh komunikasi yg memalukan,” tulis Said Didu dalam cuitannya itu menyinggung cuitan pihak BPJS kesehatan.

Selain cuitan twitter resmi BPJS kesehatan, dalam foto itu juga terlihat meme sindiran untuk pihak BPJS kesehatan. Dalam foto itu terlihat pocong sedang datang ke kantor BPJS kesehatan.

Selain itu, di dalam foto tersebut juga terdapat tulisan berupa keterangan meme tentang cuitan dari pihak BPJS kesehatan. ‘Peserta meninggal dunia wajib datang ke kantor cabang BPJS kesehatan‘, tertulis dalam foto itu.

Cuitan Muhammad Said Didu itu menuai banyak komentar warganet, ramai-ramai mereka menuliskan komentar ikut mengkritisi narasi dari cuitan BPJS kesehatan RI.

Salah satu warganet bahkan menyampaikan kekecewaannya dengan menyarankan warganeg lainnya untuk berhenti menggunakan BPJS. Dirinya mengajak masyatakat untuk alihkan uang iuran bulanan BPJS kesehatan ke fakir miskin.

“Saya sarankan untuk tinggalkan BPJS. Alihkan iuran perbulan ke fakir miskin. Yakinlah, Allaah Maha terpercaya,” tulis akun twitter @ShofwanZuhri dalam kolom komentar.

Sampai berita ini diunggah, belum ditemukan respon dari pihak BPJS kesehatan Republik Indonesia terkait narasi cuitannya yang mendapatkan banyak kritikan.