Terkini, Kolaka — Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat terus diwujudkan oleh PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry (MIND ID), melalui pelaksanaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di wilayah operasionalnya.
Salah satu hasil nyata dari komitmen tersebut ditunjukkan melalui keberhasilan panen jagung pakan oleh petani binaan di Desa Tondowolio, Kabupaten Kolaka.
Panen jagung pakan yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Padaidi di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, menandai peningkatan produktivitas pertanian lokal sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.
Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi petani melalui pertanian berkelanjutan, dengan memanfaatkan potensi lokal yang sebelumnya belum tergarap secara optimal.
Keberhasilan panen ini juga mencerminkan transformasi lahan tidur menjadi lahan produktif.
- Makin Kritis! Keluarga Besar, Parpol, Anggota DPRD hingga Sejumlah ASN Dikabarkan Tak Percaya Bupati Gowa
- Demi Kualitas Hidup Masyarakat, PT Vale-Kodim 1412 dan Pemkab Kolaka Wujudkan Hunian Layak dan Akses Kesehatan
- PLN Mobile Padel Competition 2026 'Smash Your Energy' Dimulai, Kolaborasi PLN dengan 52 Instansi
- Wabup Gowa Buka Kampoeng Eropa City Trail Run 2026, Didorong Jadi Kalender Event Tahunan Gowa
- PT Bumi Karsa Dorong Transformasi Digital Konstruksi lewat Penguatan Kompetensi BIM
Lahan yang selama bertahun-tahun tidak dimanfaatkan kini kembali menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat, berkat pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, serta kelompok tani setempat.
Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin, menjelaskan bahwa lahan pertanian yang saat ini dikelola Kelompok Tani Padaidi sebelumnya sempat dibuka pada 2015 dengan luas sekitar 27 hektare, namun tidak berlanjut dan terbengkalai.
“Alhamdulillah, sejak tahun lalu potensi lahan ini kembali dimanfaatkan. Dari total 27 hektare yang tersebar di empat dusun, sekitar 5 hektare telah ditanami jagung pakan. Panen hari ini menjadi bukti kebangkitan pertanian berbasis kelompok tani di desa kami,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin, menyampaikan bahwa hasil panen menunjukkan produktivitas yang menjanjikan, yakni sekitar 6 hingga 7 ton per hektare.
Kelompok tani yang terbentuk pada November 2023 ini beranggotakan 22 orang dan terus didorong untuk memperluas area tanam.
“Selain hasil panen yang baik, harga jagung pakan di Kolaka juga cukup kompetitif, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Ini menjadi motivasi kuat bagi kami untuk terus mengembangkan pertanian secara berkelanjutan,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
