“Jika eskalasi meluas, tetapi ekosistem di negara kita sudah diperkuat, terutama pangan dan energi, maka kita bisa melalui ini dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan langkah efisiensi energi melalui kebijakan pola kerja, seperti penerapan work from home (WFH) secara terukur.
Menurutnya, skema WFH di pertengahan pekan dapat menjadi solusi untuk menekan konsumsi energi tanpa mengganggu produktivitas.
“WFH bisa jadi solusi, tapi sebaiknya di tengah minggu seperti hari Rabu. Kalau di akhir pekan, justru cenderung dimanfaatkan sebagai waktu libur sehingga tidak efektif dalam penghematan energi,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Boas mengajak seluruh elemen bangsa untuk menunjukkan kepedulian terhadap situasi global dengan menjaga stabilitas nasional, termasuk melalui dukungan terhadap kebijakan pemerintah.
- PT Vale Bekali Tenaga Kerja Lokal dengan Keterampilan Alat Berat
- Muktamar XIV KAMMI Tetapkan Amri Akbar Sebagai Ketua Umum, Serukan KAMMI Jadi Rumah Nyaman Bagi Seluruh Kader
- Fashion Show Tenun Nusantara Jadi Daya Tarik Delegasi Internasional di IGS 2026 Makassar
- IGS 2026: Delegasi 28 Negara Nikmati Sunset Losari dan Kuliner Khas Makassar di Kapal Pinisi
- Dekranasda Makassar Dorong UMKM dan Perajin Lokal Tembus Pasar Global di IGS 2026
“Kritik itu boleh, tetapi harus melalui jalur yang tepat. Dengan dukungan seluruh masyarakat, Indonesia bisa mengendalikan inflasi dan mencapai kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
Dengan dinamika global yang terus memanas, penguatan ketahanan pangan dan energi dinilai menjadi kunci utama agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjaga stabilitas di tengah krisis yang melanda banyak negara.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
