“Jika eskalasi meluas, tetapi ekosistem di negara kita sudah diperkuat, terutama pangan dan energi, maka kita bisa melalui ini dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan langkah efisiensi energi melalui kebijakan pola kerja, seperti penerapan work from home (WFH) secara terukur.
Menurutnya, skema WFH di pertengahan pekan dapat menjadi solusi untuk menekan konsumsi energi tanpa mengganggu produktivitas.
“WFH bisa jadi solusi, tapi sebaiknya di tengah minggu seperti hari Rabu. Kalau di akhir pekan, justru cenderung dimanfaatkan sebagai waktu libur sehingga tidak efektif dalam penghematan energi,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Boas mengajak seluruh elemen bangsa untuk menunjukkan kepedulian terhadap situasi global dengan menjaga stabilitas nasional, termasuk melalui dukungan terhadap kebijakan pemerintah.
- Makassar Terbaik I Creative Financing Regional Sulawesi, Raih Insentif Rp3 Miliar dari Kemendagri
- Pansus Hak Angket DPRD Gowa Resmi Terbentuk, HAR Tekankan Data dan Fakta dalam Proses Pengambilan Keputusan
- Gowa Raih Penghargaan Kemendagri, Komitmen Tekan Kemiskinan dan Stunting Berbuah Prestasi
- Wali Kota Makassar Lepas Ribuan Pelari Makassar Half Marathon 2026
- Perumda Parkir Makassar Siagakan 50 Personel dan Tim TRC Kawal MHM 2026
“Kritik itu boleh, tetapi harus melalui jalur yang tepat. Dengan dukungan seluruh masyarakat, Indonesia bisa mengendalikan inflasi dan mencapai kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
Dengan dinamika global yang terus memanas, penguatan ketahanan pangan dan energi dinilai menjadi kunci utama agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjaga stabilitas di tengah krisis yang melanda banyak negara.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
