Terkini.id, Jakarta – Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka memang sukses memenuhi syarat dukungan untuk maju dalam Pilwalkot Solo.
Namun, raihan jumlah kursi partai untuk menjadi calon Wali Kota Solo belum sepenuhnya tanpa aral.
Untuk diektahui, Partai PKS tengah menggalang koalisi dukungan untuk mengusung cucu Paku Buwono XII, Putri Woelan Sari Dewi melawan Gibran Rakabuming.
Kini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku sempat digoda saat ikut usungan Gibran Rakabuming.
PSI yang punya satu kursi di DPRD Solo, mengaku ditawari uang hampir Rp1 miliar untuk mengusung pasangan calon di Pilkada Solo. Pasangan dimaksud adalah Achmad Purnomo sebagai bakal calon wali kota dan Anung Indro Susanto sebagai bakal calon wakil wali kota.
- Asmo Sulsel Gelar Final Technical Skill Contest 2026, Uji Kompetensi Mekanik dan Service Advisor AHASS
- APT Harap Polemik Paskibraka Tidak Memicu Perpecahan Sosial
- Dokter Koboi Luncurkan Buku "Hitam Itu Bukan Sekadar Warna" di Malaysia
- PSMTI Sulsel Ajak Semua Pihak Bijak Sikapi Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel
- Bangun Kampus Bersih dan Sehat, Polbangtan Kementan di Gowa Implementasikan Gerakan ASRI
Sebagaimana diketahui, Achmad Purnomo yang masih menjabat sebaga wakil wali kota, gagal memperoleh rekomendasi, meski diusung oleh DPC PDIP Solo. Sedangkan Anung, merupakan calon wali kota di Pilkada 2015 yang berpasangan dengan Muhammad Fajri. Keduanya kalah dari pasangan FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo.
“Ada tawaran itu (uang banyak) jauh-jauh hari yang diterima PSI. Kita diminta agar mau mengusung pasangan Purnomo-Anung di Pilwakot Solo,” ujar kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Solo, Antonius Yogo Prabowo, Kamis (6/8).
Antonius mengaku, dengan tegas menolak tawaran tersebut. Karena sejak awal partainya konsisten mendukung Gibran untuk maju sebagai calon Wali Kota Solo. Kendati demikian, ia enggan menyebut identitas orang yang menawarkan uang dalam jumlah besar tersebut.
“Utusan pasangan Purnomo-Anung tersebut adalah caleg pada Pileg 2019 yang gagal meraih kursi di DPRD Solo,” terangnya.
Antonius mengaku telah melaporkan kejadian ini ke DPP PSI. Pimpinan pusat pun tetap konsisten mendukung pangan cawali dan cawawali, Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020. Antonius juga mengaku kurang tahu nasib selanjutnya rencana pengajuan pasangan tersebut.
Lebih lanjut Antonius menyampaikan, rekomendasi PSI untuk pasangan Gibran-Teguh akan dikirim DPP dalam waktu dekat. Sehingga PSI Solo dipastikan akan menyusul langkah Gerindra mendukung pasangan Gibran-Teguh.
Meskipun hanya memiliki 1 kursi parlemen, PSI bisa menjadi penentu lahirnya pasangan calon baru di Pilkada Solo 2020. Hal tersebut jika PKS yang memiliki 5 kursi bisa menggandeng PAN atau Golkar yang masing-masing memiliki 3 kursi. Sehingga jika digabungkan akan menjadi 9 kursi dan memenuhi syarat minimal untuk mengusung pasangan calon.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
