Pimpinan Tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf Tersangka Penista Agama

Terkini.id, Gowa – Pimpinan tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf di Kabupaten Gowa, yakni Puang Lalang (74) ditetapkan tersangka oleh Polres Gowa.

Konferensi pers penetapan tersangka Puang Lalang digelar pada Senin 4 November 2019 kemarin.

Puang La’lang sebelumnya menjadi perhatian lantaran disebut telah melakukan penyebaran aliran sesat.

Kini, polisi menetapkan Puang La’lang sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, pencucian uang, serta pencatatan nikah, talak, dan rujuk.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga menyebutkan penyidikan penistaan agama Puang La’lang telah dilakukan sejak 11 September 2019.

“Telah menetapkan pimpinan Tarekat Tajul Khalwatiyah, Puang Lalang alias Maha Guru sebagai tersangka.

Penyidik melakukan penahanan terhadap PL sejak 1 November 2019 dan melapis persangkaan dengan penipuan, penggelapan, money laundering dan UU Pencatatan Nikah dan Talak,” jelas Shinto melalui keterangan resmi Humas Polres Gowa.

Polres Gowa menghimbau agar tidak lagi ada upaya penyebaran aliran agama yang sesat ini dan para pengikut dapat kembali kepada kaidah agama yang sebenarnya.

Menjual Kartu Surga

Disebutkan, Puang Lalang memberikan kartu wipiq atau kartu Surga kepada pengikutnya sebagai tanda keanggotaan.

Menariknya, Pengikut aliran Tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf dipimpin Puang Lalang tersebut diwajibkan membayar uang tunai sebesar Rp10 ribu hingga Rp50 ribu untuk mendapatkan kartu Surga itu.

Puang La’lang diduga melakukan penjualan ‘kartu surga’ untuk mendapatkan keuntungan.

Bukan cuma itu, pengikut ajaran ini diwajibkan membayar zakat badan berdasarkan berat badan.

Dalam hitungan Puang Lalang, 1 Kg berat badan senilai Rp5 ribu.

Ada juga zakat maal atau harta senilai Rp2,5 persen dari penghasilan pengikut.

Dana yang terkumpul rupanya dikelola sendiri oleh Puang Lalang alias mahaguru.

Polisi menyampaikan jika Puang Lalang mengangkat dirinya sebagai mahaguru dan rasul.

Puang Lalang mengklaim jika mahaguru dapat memperpanjang umur pengikutnya 15 tahun.Polisi menjerat tersangka Puang Lalang menggunakan pasal berlapis, mulai dari Pasal 156 a KUHP dan atau Pasal 378 KUHP.

Kemudian Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 dan atau UU Nomor 22 Tahun 1946. Ancaman hukumannya 5 hingga 20 tahun penjara.

Berita Terkait
Komentar
Terkini