Terkini, Jeneponto – Penjabat (Pj) Bupati Junaedi Bakri meninjau langsung penangkaran benih padi di Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin, 3 Juni 2023.
“Hari ini kami melihat langsung penangkaran benih padi, Alhamdulillah bisa tumbuh dengan baik ditengah curah hujan yang terbatas,” kata Junaedi Bakri.
Menurutnya, penangkaran benih padi seluas 5 hektare dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“5 ha dibiayai oleh APBN sebagai pilot project, yang diharapkan kedepan penangkaran benih masing-masing terdapat 10 hektare setiap Kecamatan, sehingga ditargetkan 110 hektare se Kabupaten Jeneponto,” jelas Junaedi Bakri.
Junaedi Bakri berharap dengan adanya program penangkaran benih padi itu, para petani bisa mandiri.
- Pasca Pembukaan, Satgas TMMD Ke-128 Geliat Bangun Rumah Layak Huni di Desa Arpal
- Motivasi Karyawan Perempuan, KALLA Hadirkan Kartini Talks Bersama Fauziah Zulfitri
- 6 Orang Siswa di Jeneponto Dirujuk ke RS, Kejang, Sesak hingga Diare Usai Makan Menu MBG
- Bupati Syaharuddin Beri Pesan Motivatif Menjadi Pemimpin kepada Ratusan Siswa di Sidrap
- Roadshow di Makassar, BukuAgen Perluas Akses Keuangan Masyarakat lewat UMKM
“Harapan kita agar petani bisa mandiri benih, tidak tergantung pada benih impor atau didatangkan dari luar Jeneponto,” harapnya.

Lebih lanjut, Junaedi mengatakan, telah menandatangani penambahan kouta pupuk untuk tahun 2024.
“Hari Kamis lalu, saya sudah tandatangani penambahan kuota pupuk 2024 untuk Kabupaten Jeneponto dari sebelumnya sekitar 14 ribu ton urea menjadi 27 ribu ton dan 9,8 ribu ton NPK menjadi 22 ribu ton,” jelasnya.
Ia pun berharap, produksi pertanian khususnya, produksi padi dapat meningkat sehingga petani sejahtera dan bahagia.

“Semoga produksi bisa tetap meningkat, sehingga tentunya diharapkan mimpi besar kita semua petani sejahtera dan bahagia,” ungkap Junaedi.
Dalam memasukibmusim kemarau, Junaedi mengajak masyarakat Butta Turatea untuk senantiasa berdoa disetiap habis shalat agar Jeneponto mendapatkan curah hujan yang teratur hingga kemarau berlalu.
“Kepada para pedagang pembeli hasil-hasil pertanian untuk senantiasa diberikan kelonggaran dan keberkahan usahanya, sehingga tidak membeli hasil-hasil pertanian dibawa harga pokok produksi,” tutup Junaedi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
