Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menanggapi soal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meminta Pemerintah RI agar turun tangan intervensi rencana Sri Lanka menutup sekolah Islam di negara mereka.
Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, Senin 15 Maret 2021, menyindir permintaan PKS tersebut dengan sindiran monohok.
“Hiduplah terus walau tak berguna, PKSejahtera,” cuit Denny Siregar menandai Twitter PKS.
Dalam cuitannya itu, Denny Siregar juga menyertakan link artikel pemberitaan berjudul ‘PKS Minta RI Turun Tangan Intervensi Rencana Sri Lanka Tutup Sekolah Islam’.
Sebelumnya, Pemerintah Sri Lanka dengan alasan keamanan nasional berencana melarang penggunaan burkak dan menutup sekolah Islam.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
Terkait hal itu, PKS pun meminta Pemerintah Indonesia agar turun tangan mengintervensi rencana Sri Lanka tersebut.
“Pemerintah Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN sudah sepatutnya mengambil peran dalam menghapuskan penjajahan dan ketidakadilan di mana pun berada utamanya di negara anggota ASEAN seperti Sri Lanka,” ujar Ketua DPP PKS Bukhori Yusuf, Minggu 14 Maret 2021 seperti dikutip dari Detik.com.
Ia pun meminta Pemerintah Sri Lanka segera menghentikan rencana tersebut. Pasalnya, kata Bukhori, pelarangan burkak dan sekolah Islam dinilai sebagai tindakan diskriminatif terhadap umat Islam.
“Tindakan diskriminasi jika dibiarkan akan menimbulkan kekacauan dan instabilitas keamanan kawasan, karenanya pemerintah Indonesia melalui Kemenlu bisa mengingatkan kepada pemerintah Sri Lanka,” terangnya.
Anggota Komisi VIII DPR ini juga berpendapat penggunaan burkak tidak bisa dikaitkan dengan sikap ekstremisme ataupun terorisme.
“Kami meminta pemerintah Indonesia dapat intervensi kepada pemerintah Sri Lanka melalui hak-hak saling menghormati dan melindungi setiap orang yang melaksanakan ajaran agamanya tanpa paksaan,” tuturnya.
Diketahui, Sri Lanka berencana akan menutup sekolah Islam dan melarang penggunaan burkak di negara mereka demi keamanan nasional.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Keamanan Publik Sarath Weerasekera dalam acara konferensi pers. Sarath menyampaikan pihaknya sudah menandatangani rencana tersebut.
“Dulu, perempuan dan gadis muslim tidak pernah mengenakan burkak. Itu adalah tanda ekstremisme agama yang muncul baru-baru ini. Kami pasti akan melarangnya,” kata Sarath.
Pemerintah Sri Lanka, menurut Sarath, juga menegaskan akan menutup lebih dari seribu sekolah Islam.
“Tidak ada yang bisa membuka sekolah dan mengajarkan apa pun yang Anda inginkan kepada anak-anak,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
