Terkini, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa (Polbangtan Gowa) turut mendukung program cetak sawah rakyat yang dicanangkan pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan.
Program tersebut ditandai dengan penanaman perdana pada Selasa, 10 Maret 2026, di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini diresmikan oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Dr Muhammad Amin.

Dalam kegiatan tersebut, Kapusdiktan didampingi oleh Pelaksana Tugas Direktur Polbangtan Gowa, Dr. drh. Sartika Juwita, M.Kes, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Zubair Usman yang mewakili Bupati Gowa, Camat Parangloe Muh Basir Asri, Kapolsek Parangloe AKP Sainuddin, Komandan Koramil Parangloe Lettu Cke Tumiran, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat setempat.
Muhammad Amin menyampaikan bahwa keberhasilan program cetak sawah rakyat membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama penyuluh pertanian, mahasiswa, serta generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang pertanian.

“Dukungan para pihak, khususnya penyuluh pertanian, termasuk mahasiswa dan anak-anak muda perlu dioptimalkan dalam program cetak sawah ini demi terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujarnya usai melakukan penanaman perdana di Parangloe.
- Semarak HUT Ke-81 RI, Semen Tonasa Gelar Upacara Kemerdekaan dengan Khidmat
- Polres Jeneponto Atensi Kasus Dugaan Pengeroyokan Oknum Guru SDN 14 Tamalatea, Bakal Tindak Tegas Pelaku
- Perambahan Ilegal di Tanamalia Mencapai 4,5 Ha Per Hari, Ribuan Hektare Hutan Jadi Kebun Merica
- Harga Rp11 Jutaan, Lenovo IdeaPad Slim 3i Tawarkan Performa AI dan RAM Upgrade
- Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Ia menjelaskan, program cetak sawah rakyat ini merupakan bantuan CSR yang dikelola oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian dan salah satu lokasinya berada di Kabupaten Gowa.
Untuk tahap pertama, kata dia, program ini menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas 1.000 hektare di Kabupaten Gowa. Selanjutnya pada tahap kedua akan dilakukan pengembangan tambahan seluas 4.000 hektare, sehingga total cetak sawah rakyat yang direncanakan mencapai 5.000 hektare di kabupten tersebut.
“Khusus di kawasan Parangloe ini terdapat sekitar 200 hektare lahan yang akan dikelola oleh Brigade Pangan. Harapannya, melalui dukungan CSR ini kita dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas wilayah tanam pertanian sehingga upaya swasembada pangan dapat terus berlanjut,” jelasnya.
Program cetak sawah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah pusat yang sebelumnya telah meluncurkan program percepatan swasembada pangan pada awal 2026. Program tersebut diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Kementerian Pertanian sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat produksi pangan dalam negeri.
Dalam pelaksanaannya, Muhammad Amin menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian untuk melakukan pendampingan intensif di lokasi-lokasi pengembangan lahan yang masuk dalam program CSR Brigade Pangan. Pendampingan tersebut mencakup penerapan teknologi pertanian hingga praktik budidaya yang tepat agar petani dapat mengoptimalkan hasil produksi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
