Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap melontarkan sindiran kepada Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut Indonesia akan lebih baik jika jabatan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ditambah tiga tahun.
“Kenapa ya menteri ‘berkuasa penuh’ ini terus-terusan mencari celah untuk ‘menjerumuskan’ Pak Jokowi agar ‘melanggar’ konstitusi?” kata Yan Harahap melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 12 Maret 2022.
Bersama pernyataannya, ia membagikan berita berjudul “Luhut: Jokowi Tambah 3 Tahun, Indonesia Lebih Baik”.
Dilansir dari Berita Satu, sebelumnya Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan bahwa apabila masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang 3 tahun, Indonesia akan lebih baik.
Sebagai catatan, Luhut menyampaikan hal ini dalam kapasitas pribadi, bukan sebagai salah satu Menko dalam cabinet Presiden Jokowi.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
“Kalau ditambah tiga tahun, mungkin sekali, akan lebih baik. Sekali (tambah tiga tahun, Red),” kata Luhut dalam siniar Deddy Corbuzier, Jumat, 11 Maret 2022.
Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan beberapa alasan penambahan tiga tahun masa jabatan Jokowi, antara lain kinerjanya, pribadinya, capaian yang bergerak naik, serta keadaan sekarang ini.
Oleh karena itu, ia menilai bahwa apabila ada rakyat yang menginginkan Jokowi lebih lama menjadi presiden, hal itu merupakan hak mereka dan tidak perlu di-bully.
Selain itu, Luhut Binsar Pandjaitan juga menyinggung soal pujian sejumlah pemimpin dunia terhadap kepemimpinan Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Luhut Binsar Pandjaitan juga menegaskan bahwa apabila tambahan masa jabatan bagi Jokowi terwujud, dirinya tidak mau lagi menjadi menteri. Ia mengaku lebih memilih menjadi penasihat presiden.
“Cukuplah. Kita tahu dirilah. Capai juga ngurus republik ini,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
