Masuk

Sebut Menteri BUMN Tak Tahu Malu, Politisi Demokrat: Ngebet Nyapres Tapi Maunya Kampanye Gratisan

Komentar

Terkini.id, JakartaPolitisi Demokrat, Yan Harahap melontarkan sindiran pedas kepada Menteri BUMN, Erick Thohir.

Ia menilai Erick Thohir tidak tahu malu sebab berambisi jadi calon presiden (capres) tapi maunya kampanye gratis.

Hal ini dikatakan Yan Harahap saat menanggapi berita soal daftar BUMN yang gulung tikar karena salah urus.

Baca Juga: BUMN Percepat Transformasi Digital Sebagai Dukungan Presidensi G20

“Gimana gak gulung tikar karena salah urus, wong menterinya sibuk pencitraan sana sini, kampanye terselubung di berbagai sarana BUMN,” kata Yan Harahap.

“Ngebet nyapres, tapi maunya kampanye gratisan. Tak tahu malu!” sambungnya, seperti dikutip terkini.id dari akun Twitter @YanHarahap pada Rabu, 27 Juli 2022.

Untuk diketahui, Erick Thohir hingga kini belum menyatakan dirinya akan maju sebagai calon di pemilihan presiden mendatang.

Baca Juga: Wow, Utang BUMN Tembus Rp1.500 Triliun, Ini Kata Erick Thohir

Beberapa waktu yang lalu, Erick Thohir sempat mendatangi acara internal yang diselenggarakan Partai Amanat Nasional (PAN) di Kantor DPP PAN, Pejaten, Jakarta Selatan.

Usai acara, saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya diusung jadi capres, Erick Thohir hanya melempar senyum sembari pergi.

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang ada di samping Erick ketika itu mengatakan tidak ada perbincangan politik dalam pertemuan itu.

Zulkifli Hasan mengaku hanya membahas soal permasalahan bangsa dengan Erick Thohir.

Baca Juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Sapma Pemuda Pancasila Demo di Patung Kuda

“Selainnya hanya halal bihalal,” ujar Zulkifli Hasan pada 5 Juni 2022.

Namun, baru-baru ini, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto mengakui nama Erick Thohir masuk dalam bursa bakal calon presiden (capres) dari partainya.

Bahkan, katanya, Erick Thohir selalu masuk dalam 10 nama usulan yang disampaikan oleh 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN.

“Di antara 10 nama itu, nama Erick Thohir semua ada. Dari 10 nama itu nanti sekarang sedang berlangsung Rakerwil (rapat kerja wilayah) di tingkat provinsi, dari 10 nama dikerucutkan menjadi enam nama,” ujar Yandri pada Senin, 25 Juli 2022.