Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Taufik Rendusara membandingkan antara dua presiden Indonesia, yakni Soeharto dan Joko Widodo (Jokowi).
Taufik menyebut, Soeharto “jualan” hantu palu arit, sedangkan Jokowi “jualan” hantu berjenggot.
“Soeharto jualan hantu palu arit. Jokowi jualan hantu berjenggot,” katanya melalui akun Twitter TRendusara pada Kamis, 26 Agustus 2021.
“Whicis. Melanggengkan kekuasaan dengan menjalankan Demokrasi seutuhnya itu berat, baru partai Demokrat saja yang mampu,” tambahnya.
Taufik tidak menyebut secara spesifik apa yang ia maksudkan dengan “hantu berjenggot” yang menurutnya menjadi jualan Jokowi.
- Sinopsis: Di Balik Layar Film G30S/PKI, Mulai dari Tujuan Dibuatnya hingga Para Pemeran yang Beradu Akting
- Ringkasan Film G30S/PKI, Penculikan dan Pembunuhan Terhadap 7 Jenderal Serta Perlawanan Soeharto
- Denny Siregar Sebut Sejak Zaman Soeharto Tidak Ada yang Mau Terima Harga BBM Naik
- TNI Lakukan Pelatihan Bela Negara Untuk Eks Napi dan Preman, Rizal Ramli: Apa Maksudnya Ini
- Singgung Mendiang Istri Soeharto, Netizen: Dia Ditembak Mati Anaknya Sendiri
Namun, ia mengatakan itu sebagai tanggapan terhadap cuitan politisi Partai Demokrat lainnya, M. Lokot Nasution.
Dalam cuitannya, Lokot Nasution menyinggung soal menguatnya politik identitas di Indonesia yang menurutnya dimainkan oleh buzzeRp.
Ia bertanya, sebenarnya siapa yang diuntungkan dengan menguatnya politik Indentitas di Indonesia ini?
“Minoritas? Tidak juga. Mayoritas? Juga tidak,” katanya melalui akun Lokot_nasution.
Lalu, lanjut Lokot Nasution, kenapa buzzeRp selalu memicu konflik horizontal dengan narasi yang selalu membenturkan antar kelompok?
“Siapa dibelakang mereka?” kata Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
