PPKM Level 3 Diberlakukan, Tagar ‘Luhut Biang Kerok’ Ramai, Netizen Tuding Rezim Hanya Pentingkan Kelompoknya: Nyawa Rakyat Diabaikan!

PPKM Level 3 Diberlakukan, Tagar ‘Luhut Biang Kerok’ Ramai, Netizen Tuding Rezim Hanya Pentingkan Kelompoknya: Nyawa Rakyat Diabaikan!

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Tagar ‘Luhut Biang Kerok’ saat ini ramai digaungkan di Twitter, bahkan sempat menjadi trending topic.

Usut punya usut, usai terkini.id melakukan penelusuran, tagar tersebut ramai lantaran kini telah resmi diberlakukannya PPKM level 3 di beberapa kota besar Indonesia.

Mau tak mau, nama Menko Marves, yakni Luhut Binsar Pandjaitan, banyak diseret dan bahkan ‘disemprot’ netizen.

Itu karena Luhut Binsar Pandjaitan merupakan Koordinator PPKM dan kerap mengumumkan kebijakan terkait PPKM, termasuk pemberlakuan PPKM level 3 yang terbaru ini.

Netizen pun banyak yang menghujat Luhut dan menuding rezim hanya mementingkan kelompoknya saja dan justru mendahulukan pihak asing.

“Luhut dan rezim ini hanya mementingkan kelompoknya saja. Nyawa rakyat dan hak hidup utk mendapatkan kesejateraan di negaranya di abaikan,” tutur akun JokoLipService, dikutip terkini.id via Twitter pada Selasa, 8 Februari 2022.

“Hanya mendahulukan kepentingan aseng. Yang begini pengkhianat nih…harus di kasih pelajaran. #LuhutBiangKerok,” tandasnya.

PPKM Level 3 Diberlakukan, Tagar ‘Luhut Biang Kerok’ Ramai, Netizen Tuding Rezim Hanya Pentingkan Kelompoknya: Nyawa Rakyat Diabaikan!

Sebagai informasi, salah satu hal yang paling disorot netizen adalah tentang isi pernyataan Luhut yang disampaikan dalam acara virtual pada Sabtu, 5 Februari 2022.

Di sana, Luhut mengatakan bahwa lansia di atas 60 tahun dianjurkan untuk tidak keluar rumah selama satu bulan ke depan.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga mengumumkan sejumlah wilayah bakal dinaikkan status PPKM-nya menjadi level 3.

“Berdasarkan level asesmen, aglomerasi Jabodetabek, DIY, Bali, dan Bandung Raya akan ke level 3,” ungkapnya, melansir Hops.

“Bukan karena tingginya kasus, tapi karena rendahnya tracing.”

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.