Terkini.id, Jakarta – Beberapa orang disebut-sebut dalam gugatan utang SEA Games. Mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita adalah salah satu nama yang dicantumkan oleh kuasa hukum atau pengacara Bambang Trihatmodjo, putra Presiden ke-2 Republik Indonesia, Suharto.
Kuasa hukum Bambang Trihatmodjo, Prisma Wardhana Sasmita, menjelaskan PT Tata Insani Mukti (PT TIM) selaku badan hukum pelaksana Konsorsium Mitra Penyelenggara (KMP) SEA Games XIX bertanggung jawab atas piutang SEA Games, bukan Bambang Trihatmodjo.
“KMP SEA Games XIX tahun 1997, tidak secara langsung berhubungan dengan Bambang Trihatmodjo,” ujar Prisma dalam siaran pers, seperti yang dikutip dari Detikcom. Selasa, 22 Februari 2022.
Peran Bambang Trihatmodjo di PT TIM, katanya, adalah sebagai komisaris utama, bukan pemegang saham. Hal ini didukung dengan Akta Notaris No.19 tanggal 2 Maret 1998 yang ditandatangani oleh Notaris di Jakarta, P Sutrisno A Tampubolon, SH, sehubungan dengan risalah rapat PT TIM.
Akibatnya, menurutnya, meminta pertanggungjawaban secara hukum Bambang Trihatmodjo jelas-jelas keliru.
Bambang R Soegomo dan Enggartiasto Lukita termasuk di antara nama-nama yang terafiliasi dengan PT TIM, menurut Prisma.
“Adapun PT TIM sebagai KMP Sea Games XIX tahun 1997 di Jakarta sahamnya dimiliki oleh PT Perwira Swadayatama milik Bambang R Soegomo dan PT Suryabina Agung milik Enggartiasto Lukita,” jelasnya.
Dikatakannya, penyelenggaraan Sea Games XIX sangat mahal karena Indonesia tiba-tiba mengambil alih sebagai tuan rumah dari Brunei Darussalam.
Biaya penyelenggaraan event olahraga, seperti yang diminta Kemenpora/KONI, awalnya diperkirakan sekitar Rp. 70 miliar, namun kemudian meningkat menjadi Rp. 156,6 miliar.
Sementara itu, negara belum menerima alokasi keuangan dari APBN saat itu.
“Sea Games 1997 ini negara tidak keluar uang karena memang tidak ada budget di APBN,” ujarnya.
Namun demikian, kata dia, Bambang Trihatmodjo dengan semangat profesional tetap memberikan dukungan terbaik dalam proses penyelenggaraan SEA Games XIX/1997 di Jakarta demi nama baik bangsa dan negara.
“Ini SEA Games darurat karena adanya peralihan tuan rumah kepada Indonesia dari Brunei Darusallam sehingga belum adanya alokasi pendanaan,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
