Terkini.id, Makassar – Prof Abdul Razak Thaha, pemerhati kesehatan dan lingkungan mengatakan, Wapres Jusuf Kalla (JK) pendek tapi tidak stunting.
“Pak JK sejak lahir sampai besar tumbuh normal,” kata Prof Razak dalam diskusi dengan tema “Media dan Isu Kesehatan Berbasis Riset Kesehatan Dasar” di Baba The Resto and Cafe, Minggu 13 Januari 2018.
Diskusi yang digelar oleh Gora Pustaka Indonesia ini juga menghadirkan Dr. Djunaidi M Dachlan Dosen FKM Unhas dan Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Selatan, Muhammad Yunus.
Diskusi menyorot isu kesehatan yang tidak pernah berubah dari masalah pelayanan, akses sarana, dan pembiayaan kesehatan. Dampaknya setiap tahun, jumlah masyarakat yang sakit tidak pernah menurun.
Topik yang menghangat dibahas adalah persoalan stunting. Masalah kesehatan yang disebabkan oleh kegagalan tumbuh kembang tubuh manusia dengan baik.
- 84 Peserta Berebut Kursi Kepala Puskesmas, Seleksi Transparan Digelar Pemkot Makassar
- Pemerintah Sulawesi Utara Percepat Pembangunan Dapur MBG
- Wakil Wali Kota Makassar: Pemerintah Harus Hadir Penuh dalam Percepatan Penurunan Stunting
- Penurunan Stunting di Kota Makassar Capai 4 Persen, Kini NPS Fokus Fase II Dilanjutkan
- Dukung Program Gubernur Sulsel, RSUD Haji Makassar Kolaborasi untuk Percepat Penanganan Stunting
“Jadi, tidak semua orang pendek itu stunting,” kata Prof Razak.
Menurut Razak, stunting disebabkan oleh banyak hal. Seperti masalah gizi, lingkungan, dan praktik pernikahan dini.
Stunting penting diselesaikan karena sejak merdeka sampai sekarang, tubuh orang Indonesia tidak pernah tumbuh dengan baik. Padahal sudah banyak program di bidang kesehatan yang ditelorkan pemerintah.
Dr. Djunaidi M Dachlan Dosen FKM Unhas mengatakan, stunting adalah kegagalan pertumbuhan yang bisa berdampak pada menurunnya kemampuan intelejensia. Menumbuhkan penyakit generatif, kanker, dan hipertensi.
“Umur 30 tahun sudah sakit,” kata Djunaidi.
“Stunting akan menambah beban biaya bagi negara,” tambah Djunaidi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
