Ia menilai, program ini menjadi instrumen strategis yang mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus, mulai dari peningkatan kualitas gizi, pembentukan karakter anak, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Integrasi Urban Farming dan Peternakan
Lebih lanjut, Munafri mengaitkan pelaksanaan program MBG dengan prioritas Pemkot Makassar dalam mendorong kemandirian pangan berbasis masyarakat, salah satunya melalui konsep urban farming.
Pemanfaatan lahan sempit di kawasan perkotaan dinilai dapat menjadi solusi untuk mendukung ekosistem pemenuhan gizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan hingga tingkat rumah tangga.
“Ruang-ruang sempit harus dimanfaatkan secara optimal dengan teknologi yang ada. Ini bisa mendukung ekosistem pemenuhan gizi,” ungkapnya.
- Wabup Gowa Dampingi Langsung Kontingen Porsenijar PGRI Sulsel, Optimistis Raih Juara Umum
- PDAM Makassar Operasikan Intake Manggala, Krisis Air di Wilayah Utara Mulai Teratasi
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri ICE APEKSI 2026, Perkuat Kolaborasi dan Promosikan Potensi Kota
- Wali Kota Makassar Ikuti Penanaman Pohon dan Senam Bersama di Rakernas APEKSI XVIII Medan
- Gelar Simulasi Tanggap Darurat, PT Semen Tonasa Perkuat Budaya K3
Selain itu, ia juga mendorong integrasi sektor peternakan, seperti pengembangan peternakan ayam untuk memastikan ketersediaan telur secara berkelanjutan bagi dapur MBG.
Perlu Standar Pengelolaan yang Konsisten
Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengingatkan pentingnya penerapan standar operasional dan manajemen yang baik dalam pengelolaan SPPG agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal dan berkelanjutan.
“Saya yakin seluruh prosedur dan sistem yang ada telah melalui kajian yang matang. Tinggal bagaimana ini dijalankan secara konsisten sesuai aturan,” tegasnya.
104 Unit SPPG Telah Beroperasi
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
