Ia menilai, program ini menjadi instrumen strategis yang mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus, mulai dari peningkatan kualitas gizi, pembentukan karakter anak, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Integrasi Urban Farming dan Peternakan
Lebih lanjut, Munafri mengaitkan pelaksanaan program MBG dengan prioritas Pemkot Makassar dalam mendorong kemandirian pangan berbasis masyarakat, salah satunya melalui konsep urban farming.
Pemanfaatan lahan sempit di kawasan perkotaan dinilai dapat menjadi solusi untuk mendukung ekosistem pemenuhan gizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan hingga tingkat rumah tangga.
“Ruang-ruang sempit harus dimanfaatkan secara optimal dengan teknologi yang ada. Ini bisa mendukung ekosistem pemenuhan gizi,” ungkapnya.
- Dari Perut Bumi Arpal, Sumur Bor TMMD ke-128 Hadirkan Air Bersih, Wujud Investasi Harapan Masyarakat
- Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Antarkan Makassar Jadi Kota Toleran
- Wali Kota Makassar Munafri: Pendidikan Hak Semua Warga, Momentum Hardiknas Perkuat Komitmen Bersama
- Mammana Florist Hadirkan Standar Kerapian dan Presisi untuk Karangan Bunga di Makassar
- Makassar Masuk 10 Besar Kota Toleran di Indonesia
Selain itu, ia juga mendorong integrasi sektor peternakan, seperti pengembangan peternakan ayam untuk memastikan ketersediaan telur secara berkelanjutan bagi dapur MBG.
Perlu Standar Pengelolaan yang Konsisten
Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengingatkan pentingnya penerapan standar operasional dan manajemen yang baik dalam pengelolaan SPPG agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal dan berkelanjutan.
“Saya yakin seluruh prosedur dan sistem yang ada telah melalui kajian yang matang. Tinggal bagaimana ini dijalankan secara konsisten sesuai aturan,” tegasnya.
104 Unit SPPG Telah Beroperasi
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
