Proses Hukum Habib Rizeq, Kapolri Jenderal Idham Azis Ancam Sikat Semua yang Menghalangi

Kapolri
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.(kompascom)

Terkini.id, Jakarta – Kapolri Jenderal Idham Azis menegaskan bakal mempidanakan siapapun yang menghalangi polisi dalam proses penegakan hukum terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.

Kapolri mengaku perlu memberi peringatan begitu. Sebab, anak buahnya kesulitan melakukan proses penegakan hukum lantaran kerap diadang massa pendukung Habib Rizieq Shihab.

Untuk diketahui, Laskar Pembela Islam (LPI)—organisasi sayap FPI—menjaga ketat akses masuk ke rumah Rizieq Shihab sejak terjadi kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat, yang diduga terjadi pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Beberapa kali polisi bertandang ke Petamburan, akan tetapi selalu diadang oleh barisan LPI. Mereka tidak mengizinkan polisi masuk ke rumah Rizieq walau cuma untuk melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan.

“Ada sanksi pidana untuk mereka yang mencoba menghalangi petugas dalam melakukan proses penegakan hukum,” kata Idham melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis 3 Desember 2020.

Menarik untuk Anda:

Idham Azis mengungkapkan, setiap pemangku kepentingan (stakeholder) ataupun organisasi kemasyarakatan (ormas) yang terlibat harus patuh dengan payung hukum yang berlaku di Indonesia.

Menurut dia, negara tidak boleh kalah dengan ormas yang melakukan cara-cara premanisme untuk menghalangi proses penegakan hukum.

“Negara tidak boleh kalah dengan ormas yang melakukan aksi premanisme. Kita akan sikat semua,” ucap Idham dilansir dari Kompas TV.

“Indonesia merupakan negara hukum. Semua elemen harus bisa menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.”

Lebih lanjut, Idham memastikan, Polri akan mengusut tuntas kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan, dalam hal ini terkait pelanggaran protokol kesehatan di beberapa acara yang dihadiri Rizieqn Shihab.

“Polri selalu mengedepankan azas Salus Populi Suprema Lex Exto atau Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi,” ucap mantan Kepala Bareskrim Polri tersebut.

Seperti diketahui, Laskar FPI sebelumnya mengadang penyidik Polda Metro Jaya yang ingin memberikan surat panggilan kedua terhadap Rizieq Shihab.

Sejumlah penyidik yang dipimpin AKB Fadilah itu harus menunggu di luar jalan masuk ke rumah Rizieq Shihab, sebelum pihak keluarga dan pengacara memberikan izin agar surat bisa disampaikan langsung.

Setelah perwakilan LPI menemui keluarga dan pengacara, salah satu perwakilan polisi pun diizinkan masuk untuk memberikan surat panggilan.

“Hanya boleh satu ya pak hanya boleh satu polisi. Wartawan jangan ikut, wartawan mundur,” ujar salah satu anggota LPI.

Usai memberikan surat panggilan, LPI menggiring perwakilan penyidik untuk keluar dari lokasi kediaman Rizieq Shihab.

Awak media yang meliput juga digiring untuk meninggalkan Jalan Petamburan III, Gang Paksi, Jakarta Pusat.

Aksi pengadangan oleh LPI ini bukan yang pertama kali. Pada Minggu 29 November 2020, penyidik juga diminta menunggu di gang kediaman Rizieq Shihab.

Kala itu, penyidik Polda Metro Jaya ingin memberikan surat pemanggilan kepada Rizieq Shihab.

Penyidik memanggil Rizieq sebagai saksi untuk dimintai keterangan terkait kerumunan massa di acara resepsi pernikahan putrinya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pasca Gempa Sulbar, Astra Motor Berikan Servis Gratis Bagi Korban

Abu Janda: Mereka Ingin Aku Ditangkap Karena Lantang Lawan Radikalisme

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar