PSM Makassar Butuh Refleksi, Imran Amirullah Soroti Lini Pertahanan

PSM Makassar Butuh Refleksi, Imran Amirullah Soroti Lini Pertahanan

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – PSM Makassar butuh refleksi. Hal ini penting dilakukan, agar mereka tidak lagi menuai hasil sama seperti laga kontra Bali United.

Mantan asisten pelatih PSM Makassar, Imran Amirullah turut angkat bicara terkait hal ini. Menurutnya, harus ada langkah tegas yang harus diambil Juku Eja untuk memastikan tidak ada lagi blunder seperti laga sebelumnya.

Imran mengatakan, lini pertahanan menjadi hal vital yang perlu dibenahi PSM. Alasannya sederhana, pada laga kontra Bali United lalu, Wiljan Pluim dan kolega sempat unggul 2-1, bahkan setelah mereka berlaga dengan 10 pemain.

Sayangnya, pelatih dianggap terbuai dengan hasil sementara yang mereka raih. Padahal, satu stopper mereka, Safruddin Tahar sudah mandi lebih cepat, setelah diganjar kartu merah. Namun perubahan baru dilakukan pada akhir laga.

Akbar Tanjung terlihat kelimpungan karena harus memikul beban ganda. Dia tidak hanya bekerja sebagai pivot dan jenderal lapangam tengah, tetapi juga harus turun menggantikan peran Safruddin Tahar pada saat Serdadu Tridatu melancarkan serangan.

Baca Juga

Akibatnya, permainan tidak efektif. Banyak lubang yang terbuka di tengah pertandingan. Rizky Eka dan Dzaky Asraf juga tidak mampu memaksimalkan peran. Sehingga, kekompakan tim goyang.

“Kita bisa melihat bahwa ada masalah dalam pertahanan dan kekompakan,” kata mantan asisten pelatih PSM, Imran Amirullah, Selasa, 15 Agustus 2023.

Lebih lanjut Imran menggarisbawahi, komunikasi di atas lapangan juga sangat penting. PSM kalah dalam duel udara, meskipun ada Yuran yang punya postur ideal. Tetapi stopper 198 cm itu tidak bisa berbuat banyak setelah eks bomber PSM, Ilija Spasojevic masuk sebagai super sub.

Dia dua kali memenangi duel udara dan dua-duanya berbuah gol. Sehingga, dalam monteks ini Stefano Cuggurra dianggap lebih jeli dalam melakukan rotasi dan terus memanfaatkan bola-bola crossing ataupun heading.

“Pengawalan secara personal perlu diperkuat, dan para pemain harus berani melakukan duel udara,” paparnya.

“Perlu lebih disiplin dalam bertahan, dan komunikasi harus menjadi perhatian utama. Banyak gol terjadi setelah kita memgungguli lawan, dan itu menunjukkan adanya kelemahan dalam konsentrasi,” ujar Imran melanjutkan.

Pada babak kedua, Imran menyoroti masalah lain yang mungkin memengaruhi performa tim. Ia mengingatkan pentingnya menjaga tingkat konsentrasi dan komitmen hingga menit akhir pertandingan.

“Kecolongan di babak kedua menunjukkan bahwa konsentrasi dan fokus sudah berkurang,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.