Terkini, Makassar – PSM Makassar, yang sempat memuncaki klasemen awal musim BRI Liga 1 2024/2025, kini tengah berjuang keras untuk bangkit dari keterpurukan. Tim berjuluk Juku Eja ini mengalami penurunan performa yang signifikan, ditandai dengan kegagalan mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir.
Awal musim, PSM tampil begitu meyakinkan. Kemenangan beruntun dengan performa impresif membuat publik sepak bola Indonesia menaruh harapan besar pada tim asuhan Bernardo Tavares ini. Namun, euforia kemenangan itu kini sirna seiring dengan hasil-hasil negatif yang diraih.
Nermin Haljeta, yang sempat menjadi bintang dengan torehan empat gol di awal musim, kini kesulitan menembus pertahanan lawan. Ketajamannya seperti memudar, membuat lini depan PSM terlihat tumpul.
“Tentu saja kami kecewa dengan hasil-hasil terakhir. Kami perlu bekerja lebih keras lagi untuk memperbaiki kinerja tim,” ujar Haljeta usai pertandingan.
Cedera dan Jadwal Padat Jadi Biang Keladi
- PT Semen Tonasa Raih Top CSR Award 2026, Kategori Corporate Star 5
- Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Mengemuka, Ketua INTI Soroti Dugaan Rasisme Terselubung
- Ketua Purna Paskibra Makassar Tegaskan Nasionalisme Tak Ditentukan oleh Etnis!
- GEMA INTI Soroti Dugaan Rasisme terhadap Calon Paskibraka Nasional Asal Makassar
- Kelolaan Emas BSI Regional Makassar Tembus 163 Kilogram, Berat Transformasi Digital Bulion Bank
Sejumlah faktor berkontribusi terhadap penurunan performa PSM. Cedera yang dialami beberapa pemain kunci menjadi salah satu penyebab utama. Absennya Yuran Fernandes dan Daisuke Sakai membuat lini belakang dan tengah PSM kehilangan soliditas.
Selain itu, jadwal pertandingan yang padat juga menjadi tantangan tersendiri bagi PSM. Tim harus berlaga di dua kompetisi sekaligus, yakni BRI Liga 1 dan ASEAN Club Championship. Padatnya jadwal membuat para pemain cepat mengalami kelelahan dan sulit menjaga konsistensi permainan.
“Kami memang sedang dalam kondisi yang sulit. Cedera pemain dan jadwal yang padat membuat kami harus bekerja ekstra keras. Namun, kami tidak akan menyerah dan akan terus berjuang untuk meraih hasil terbaik,” tegas Bernardo Tavares.
Masa Depan Gelap?
Penurunan performa PSM ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi ambisi tim untuk meraih gelar juara. Jika tidak segera membenahi diri, PSM berisiko tertinggal jauh dari para pesaing.
Pertanyaan besar kini muncul, apakah PSM mampu bangkit dari keterpurukan?
Semua mata tertuju pada laga berikutnya melawan Shan United FC di ajang ASEAN Club Championship. Kemenangan menjadi harga mati jika PSM ingin menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
PSM Makassar tengah menghadapi ujian berat. Penurunan performa yang dialami tim ini menjadi alarm bagi manajemen dan tim pelatih. Jika tidak segera diatasi, krisis ini bisa berdampak buruk bagi masa depan PSM.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
