PSM Makassar Krisis Pemain Jelang Hadapi Malut United

PSM Makassar Krisis Pemain Jelang Hadapi Malut United

K
Kamsah

Penulis

Kini, kedua “sekering” itu padam bersamaan.

Trucha terpaksa membuka lembar baru. Merancang lini belakang dari stok darurat. Pilihannya hanya dua, Syahrul Lasinari dan Daffa Salman. Syahrul, yang belakangan lebih banyak bermain sebagai bek sayap kanan, sebenarnya memulai karier sebagai bek tengah.

Namun ia jarang diberi menit di posisi itu musim ini. Daffa, pemain muda dari Tasikmalaya, juga menjalani transformasi serupa, digeser dari bek kanan menjadi bek tengah sejak musim lalu.

Di tengah, keberadaan M Arfan, Ananda Raehan, Rifky Dwi Septiawan, dan Daisuke Sakai memberi ruang bernapas. Namun mengganti peran Akbar bukan sekadar menukar gelandang.

Ini soal menciptakan ulang ritme destruktif PSM, yang selama ini bertumpu pada kemampuan Akbar membaca pola lawan.

Baca Juga

Trucha menghabiskan sesi latihan pekan ini untuk menguji ulang sirkuit pertahanan. Ia mencoba beberapa skenario, menurunkan Syahrul lebih ke dalam, menjadikan Yuran Fernandes sebagai penopang utama, atau mendorong gelandang bertahan menjadi “bek tambahan” dalam fase bertahan.

Laga melawan Malut United tidak menawarkan ruang eksperimen. Tim tamu datang dengan daya gempur mumpuni. Nama-nama seperti Gustavo Franca, Ciro Alves, dan David Da Silva bukan saja berpengalaman, tetapi juga terbiasa mengacaukan pertahanan lawan.

Belum lagi tiga eks pemain PSM, Safruddin Tahar, Yance Sayuri, dan Yakob Sayuri, yang paham benar celah-celah Juku Eja.

Di tengah situasi timpang ini, PSM memasuki laga penting dengan komposisi paling rapuh sepanjang musim. Trucha harus menemukan formula yang tidak hanya mengisi kekosongan, tetapi memulihkan stabilitas dalam waktu singkat.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.