PT Vale Catat Kinerja Keuangan Solid pada Triwulan II 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

PT Vale Catat Kinerja Keuangan Solid pada Triwulan II 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini, Makassar – Perusahaan pertambangan berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan kinerja operasional dan keuangan yang solid pada triwulan II 2026 (2T26). 

Perseroan mencatat peningkatan produksi, pertumbuhan pendapatan, serta laba yang lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, seiring selesainya proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3 dan meningkatnya kapasitas operasi penambangan.

Di tengah dinamika pasar global, PT Vale menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi produksi, menjaga disiplin operasional, serta melanjutkan investasi strategis guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Produksi Nikel Meningkat 19 Persen

Pada 2T26, PT Vale memproduksi 16.153 metrik ton nikel dalam matte, meningkat sekitar 19 persen dibandingkan produksi pada 1T26 yang mencapai 13.620 ton. Dengan demikian, total produksi semester I 2026 mencapai 29.773 ton.

Baca Juga

Peningkatan tersebut didukung oleh selesainya proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026, yang meningkatkan keandalan operasi tanpa mengurangi fokus Perseroan terhadap aspek keselamatan kerja.

Produksi nikel dalam matte pada triwulan II 2026 (2T26) mencapai 16.153 ton.

Produksi pada triwulan I 2026 (1T26) tercatat 13.620 ton.

Total produksi selama semester I 2026 (1H26) mencapai 29.773 ton.

Sebagai perbandingan, produksi pada semester I 2025 (1H25) tercatat 35.584 ton.

Secara kuartalan (QoQ), produksi meningkat sekitar 19 persen dari 13.620 ton pada 1T26 menjadi 16.153 ton pada 2T26.

Penjualan Bijih Nikel Terus Tumbuh

Selain bisnis nikel matte, PT Vale terus memperkuat tiga hub pertambangan di 

Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa sebagai bagian dari transformasi bisnis.

Di Blok Bahodopi, penjualan bijih nikel saprolit mencapai 1,07 juta wet metric ton (wmt) pada 2T26, naik dari 886 ribu wmt pada triwulan sebelumnya. Total penjualan semester pertama mencapai 1,96 juta wmt.

Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat lonjakan penjualan menjadi 1,26 juta wmt, dibandingkan hanya 89 ribu wmt pada 1T26, sehingga total penjualan semester I mencapai 1,35 juta wmt.

Kinerja tersebut menunjukkan keberhasilan peningkatan kapasitas operasi sekaligus memperkuat strategi diversifikasi sumber pendapatan Perseroan.

Penjualan bijih nikel saprolit di Blok Bahodopi pada triwulan II 2026 (2T26) mencapai 1.074.665 wet metric ton (wmt).

Pada triwulan I 2026 (1T26), penjualan di Blok Bahodopi tercatat 886.094 wmt.

Total penjualan Bahodopi selama semester I 2026 (1H26) mencapai 1.960.758 wmt.
Penjualan bijih nikel di Blok Pomalaa pada triwulan II 2026 (2T26) mencapai 1.258.405 wmt.

Pada triwulan I 2026 (1T26), penjualan di Blok Pomalaa sebesar 88.983 wmt.

Total penjualan Pomalaa selama semester I 2026 (1H26) mencapai 1.347.387 wmt, dibandingkan 147.491 wmt pada semester I 2025 (1H25).

**Pendapatan Naik, EBITDA dan Laba Bersih Melonjak

Peningkatan produksi yang didukung kenaikan harga nikel turut mendorong kinerja keuangan Perseroan.

 Harga realisasi rata-rata nikel matte naik menjadi US$14.765 per ton, meningkat 4 persen secara kuartalan.

Pendapatan mencapai US$290 juta, naik 15 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

EBITDA meningkat 45 persen menjadi **US$116 juta.

Laba bersih mencapai US$61 juta, tumbuh 39 persen dibandingkan 1T26.

Efisiensi Biaya Tetap Terjaga

PT Vale tetap menjaga disiplin biaya di tengah kenaikan harga energi global.

Biaya tunai pokok penjualan nikel matte turun menjadi US$10.005 per ton, dibandingkan US$10.382 per ton pada triwulan sebelumnya.

Pada bisnis bijih nikel, biaya tunai tetap kompetitif, yakni:

* Bahodopi: US$21 per ton
* Pomalaa: US$7 per ton

Meski konsumsi energi meningkat seiring naiknya produksi, Perseroan tetap mampu menjaga efisiensi operasional.

Harga Energi Global Naik

Selama 2T26, harga energi mengalami kenaikan akibat kondisi geopolitik global.

* Harga HSFO naik sekitar 25 persen
* Harga diesel naik sekitar 40 persen
* Harga batu bara naik sekitar 12 persen

Peningkatan biaya energi diimbangi melalui optimalisasi konsumsi serta pengelolaan operasi yang lebih efisien.

Investasi Berlanjut untuk Mendukung Pertumbuhan

Sepanjang triwulan II 2026, PT Vale merealisasikan belanja modal sekitar US$116 juta guna mendukung keberlanjutan operasi dan pembangunan proyek-proyek strategis.

Saldo kas dan setara kas pada 30 Juni 2026 tercatat US$111 juta, turun dari US$220 juta pada akhir Maret 2026, terutama akibat aktivitas investasi yang masih berlangsung.

Perseroan menegaskan tetap menerapkan alokasi modal secara disiplin guna menjaga ketahanan keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Proyek HPAL Morowali Capai Tonggak Penting

PT Vale juga mencatat kemajuan dalam proyek hilirisasi nasional melalui tibanya autoclave untuk Proyek HPAL Sambalagi, bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Tonggak penting tersebut diperingati dalam BNSI Autoclave Delivery Ceremony pada 22 Juli 2026 yang dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan kedatangan autoclave menjadi langkah strategis dalam membangun rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia.

“Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional,” ujar Bernardus.

Ke depan, PT Vale akan terus mempercepat pengembangan proyek HPAL untuk mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai bahan baku penting dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.