Puan Maharani: Diperpanjang atau Tidak, PPKM Harus Berdasarkan Data-Fakta!

Terkini.id, Jakarta – Diperpanjang atau tidak, PPKM harus berdasarkan data-fakta! Terkait polemik kebijakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang masih memanas dalam pembahasan pro dan kontra dalam masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pemerintahan, Ketua DPR RI Puan Maharani angkat suara. Ia meminta pemerintah memastikan rakyat benar-benar memahami manfaat dan tujuan dari PPKM Darurat.

Puan menegaskan, kebijakan memperpanjang atau tidak PPKM Darurat harus diputuskan berdasarkan data dan fakta yang transparan ke publik.

“PPKM Darurat akan diperpanjang atau tidak, harus diputuskan berdasarkan data yang juga transparan ke publik. Harus segera ada kepastian ke publik dengan argumentasi dan tujuan yang berlandaskan data dan fakta,” terang Puan dalam siaran pers yang diterima wartawan, Senin 19 Juli 2021.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Sulsel Mulai Melandai dan Dibawah Standar WHO,...

Putri dari Megawati Soekarnoputri ini, juga meminta pemerintah memastikan langkah dan kebijakan yang diambil terkait pandemi Covid-19 memang memberi solusi.

“Pastikan rakyat yang sakit bisa mendapat perawatan di rumah sakit. Perbanyak rumah sakit darurat, bila rumah sakit yang ada tidak lagi mampu menampung. Pastikan obat-obatan dan oksigen tersedia, termasuk untuk yang menjalani isolasi mandiri,” imbau Puan, seperti dilansir dari rri.co.id, Senin 20 Juli 2021 kemarin.

Baca Juga: Warga Tak Kenal Puan, PDIP Tak Ambil Pusing: Kami Fokus...

Puan menilai, kebijakan PPKM Darurat adalah momentum krusial bagi pemerintah. Pasalnya, segala upaya konstruktif terus dilakukan negara guna mengatasi pandemi virus corona.

“Berikan pemahaman yang baik ke masyarakat bahwa pembatasan mobilitas yang harus dilakukan saat ini memang harus dilakukan. Jawab juga kesabaran rakyat menjalaninya dengan hasil nyata pengendalian dan penanganan pandemi,” imbuh Puan.

Tidak hanya terkait kasus baru harian Covid-19 yang masih melonjak, Puan menyoroti beragam fakta dan pemberitaan.

Baca Juga: Warga Tak Kenal Puan, PDIP Tak Ambil Pusing: Kami Fokus...

Seperti informasi terkait masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terpapar wabah ini. Ia sekaligus meminta pemerintah pusat dan daerah memberikan solusi bagi kalangan ini.

“Pastikan mereka yang menjalani isoman juga mendapatkan akses dan layanan untuk berobat dengan mudah dan cepat, di kondisi yang masuk kategori tidak perlu ke rumah sakit sekalipun,” terangnya.

Jangan sampai, sebut Puan, kondisi mereka yang menjalani isoman mengalami pemburukan dan berisiko kematian juga karena kesulitan mendapatkan obat dan pasokan nutrisi untuk tambahan imunitas yang diperlukan. Begitu pula terkait perkara refocusing anggaran, menurut Puan bisa diarahkan pula untuk menjadi solusi bagi masyarakat yang menjalani isoman.

Inisiatif-inisiatif yang dilakukan terkait refocusing anggaran semestinya tidak sekadar prosedural, tetapi juga substantif dan solutif.

“Kalau anggaran ada, delivery dalam program hingga ke daerah adalah tantangan yang butuh diselesaikan bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Jadikan program bersama, yang melibatkan juga masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dengan anggaran dari APBN sekalipun,” sambung Puan.

Politisi dapil Jawa Tengah V itu, turut mendorong pula kehadiran dapur umum dan lebih banyak program pro rakyat di tengah situasi yang bagi warga banyak berdampak besar ini.

“Mereka yang sakit dan keluarganya tidak hanya butuh pengobatan tetapi juga dukungan sosial yang nyata, bahkan untuk kepastian pemenuhan kebutuhan makan selama menjalani pengobatan atau isoman,” pesan Puan.

Tidak hanya bagi yang sakit, rakyat yang sehat juga harus dipastikan mampu bertahan dalam himpitan ekonomi. Data mengenai bantuan sosial pun harus terus diperbaiki untuk memastikan akurasi dan kebermanfaatannya.

Langkah dan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran, dinilai Puan adalah bentuk nyata apresiasi dan pengimbangan beragam solidaritas yang terus ada dan tumbuh di masyarakat.

“Kepercayaan rakyat harus terus dijaga lewat beragam cara. Jangan sampai rakyat berputus asa dan menganggap negara tidak ada atau abai. Jangan buka celah sekecil apapun untuk itu,” tegasnya.

Selain penanganan dan pengendalian Covid-19 di Pulau Jawa, ia mengingatkan pemerintah untuk tidak lengah dengan situasi di daerah di luar Pulau Jawa.

Terlebih lagi, fasilitas dan akses kesehatan di luar Pulau Jawa juga memiliki tantangan tersendiri.

“Jangan sampai kecolongan lonjakan kasus di luar Pulau Jawa,” imbau Puan mengingatkan.

Ia juga optimistis, bila publik merasakan semua program pemerintah termasuk refocusing anggaran secara konkret, maka kepercayaan publik akan terbangun dengan sendirinya.

Untuk itu, Puan meminta pemerintah lebih terbuka lagi mengungkap strategi akhir (exit strategy) pandemi Covid-19 di Indonesia beserta peta jalan yang akan ditempuh.

“Semua dengan tujuan rakyat pun paham ke mana arah jalan kita semua yang sekarang harus membatasi mobilitas demi memutus rantai penyebaran Covid-19 yang masih terus memakan korban ini,” katanya.

Seperti diketahui, pada Minggu 18 Juli 2021, tercatat terdapat 44.721 kasus baru Covid-19 di Indonesia. Sementara itu, pasien Covid-19 yang meninggal dalam sehari tercatat 1.093.

“Ini semua butuh upaya yang benar-benar serius, keras, dan berkesinambungan, sehingga rakyat menaruh kepercayaan dan memberi dukungan, agar pandemi bisa diatasi dan ditangani secara menyeluruh,” tutup Puan.

Bagikan