Rachmat Kaimuddin Ungkap Alasan Pemerintah Perkuat Industri Otomotif Lewat Kendaraan Listrik

Rachmat Kaimuddin Ungkap Alasan Pemerintah Perkuat Industri Otomotif Lewat Kendaraan Listrik

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

“Industri apa yang kita bangun tentunya yang cocok dengan sumber daya alam kita dan pasar kita,”imbuhnya.

Ia mencontohkan, salah satunya adalah industri otomotif, yang kebetulan kita punya critical minerals yang dibutuhkan untuk misalnya baterai dan mobil (listrik).

“Jadi ini peluang yang sangat besar yang harus kita ambil. Jangan sampai kita hanya beli saja, tapi industri kita mati karena ini buatan pihak lain,”kata dia.

“Itulah kenapa kita harus bergerak mengenai ini dan pemerintah mendorong untuk memberikan beberapa bantuan mengenai ini,”sambungnya.

Eks Dirut Bukalapak itu juga menekankan bahwa dunia saat ini berbondong-bondong beralih ke kendaraan listrik.

Baca Juga

Hal ini kata dia, selaras dengan upaya global mendorong dekarbonisasi, mengurangi emisi dan polusi dengan kendaraan listrik.

“Ini trennya sejak penandatanganan Paris Agreement pada tahun 2016. Kemudian sejak tahun 2017 ke atas, penjualan kendaraan listrik ini naik 50 persen setiap tahun dan ada tren dari berbagai negara ditunjukkan bahwa jika suatu negara itu telah mencapai 5-10 persen penjualan barunya kendaraan listrik, maka dia akan melewati titik kritis,”urainya.

“Kalau kita melihat sendiri, di dunia ini pada tahun 2021 sudah 8,7 persen, kemudian tahun 2022 sudah 14 persen, dan tahun 2023 estimasi 18-20 persen,”lanjutnya.

“Jadi, dunia secara global sudah melewati titik kritis ini. Jadi bayangan kita ini sudah mencapai poin dunia akan menuju ke kendaraan listrik,”kata dia lagi.

Tiga Negara Penyumbang Kendaraan Listrik

Rachmat Kaimuddin menyebutkan tiga negara menjadi penyumbang terbesar kendaraan listrik.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.